Masker Scuba dan Buff Dilarang, Harga Masker Medis Kembali Naik?

Masker Scuba dan Buff Dilarang, Harga Masker Medis Kembali Naik?
Larangan masker scuba membuat banyak orang khawatir masker medis kembali mahal seperti beberapa bulan lalu. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Larangan masker scuba dan buff dikhawatirkan akan membuat permintaan pasar terhadap masker medis kembali naik sehingga harganya kembali melonjak. Tapi, penyedia alat kesehatan yakin hal ini nggak bakal kembali terjadi.

Inibaru.id – Beberapa saat lalu, masyarakat yang menggunakan kereta rel listrik (KRL) diminta untuk nggak lagi memakai masker scuba ataupun buff. Larangan ini berlaku di dalam gerbong ataupun di dalam stasiun. Padahal, banyak orang yang menganggap masker ini cukup efektif menangkal virus.

Masyarakat menduga larangan ini akan membuat masker medis diburu dan akhirnya memicu peningkatan harga seperti beberapa bulan lalu, tepatnya saat virus corona baru memasuki wilayah Indonesia. Hanya, hal ini dibantah oleh Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab).

Sekjen Gakeslab Randy Teguh menyebut larangan masker scuba dan buff sepertinya nggak akan meningkatkan harga masker di pasaran dengan signifikan. Menurut Randy, hal ini disebabkan oleh larangan masker scuba dan buff yang hanya ditetapkan bagi pengguna KRL, bukannya ke seluruh masyarakat di Tanah Air.

Harga masker medis sempat dikhawatirkan kembali naik. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Harga masker medis sempat dikhawatirkan kembali naik. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

“Sekarang harga masker masih stabil. Masyarakat umum juga masih bisa memakai masker kain biasa saja,” ucap Randy pada Senin (21/9/2020).

Alasan lain yang membuat Gakeslab yakin harga masker medis nggak akan naik adalah penyedia alat kesehatan kini fokus memasok peralatan medis kepada rumah sakit atau sektor-sektor lain yang sangat membutuhkannya di masa pandemi. Hal ini berarti, harga alat kesehatan seperti masker nggak lagi dipengaruhi permintaan pasar.

Hal yang sama diungkap oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) Ahyahudin Sodri. Dia secara tegas meminta produsen, distributor, serta pengecer alat kesehatan menjaga praktik bisnis yang sehat dan mematuhi peraturan pemerintah demi mendukung penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Masker scuba. (antaranewspapua)
Masker scuba. (antaranewspapua)

Sodri juga nggak ingin terjadi lagi kasus kelangkaan masker seperti yang terjadi beberapa bulan yang lalu.

“Kami harap nggak ada lagi kelangkaan masker seperti di saat awal-awal pandemi Covid-19 masuk di Indonesia. Kami yakin semua pihak, termasuk pemerintah dan Industri sudah belajar dari krisis tersebut,” papar Sodri.

Semoga saja pasokan dan harga masker tetap normal agar masyarakat tetap bisa menjaga diri saat harus ke luar rumah, ya Millens? (Oke/IB09/E05)