Masjid Kuno Bayan Baleq di Lombok Tetap Berdiri Kokoh Pasca Diguncang Ratusan Gempa

Masjid Kuno Bayan Baleq di Lombok Tetap Berdiri Kokoh Pasca Diguncang Ratusan Gempa
Masjid Bayan Baleq. (Inews.id)

Masjid berusia 300 tahun di Kampung Adat Bayan, NTB masih berdiri kokoh setelah diguncang gempa berkekuatan 7 SR dan ratusan gempa susulan. Masjid pertama yang berdiri di Pulau Lombok ini merupakan masjid bersejarah yang sangat dihormati penduduk setempat.

Inibaru.id – Gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018) meluluhlantakkan begitu banyak bangunan. Namun, masjid kuno yang berada di Kampung Adat Bayan, Lombok ini masih tetap berdiri kokoh. Hanya pagar temboknya yang roboh dan berserakan.

Masjid yang diperkirakan berusia 300 tahun ini berada sekitar 80 kilometer dari Ibu Kota Provinsi NTB. Dinding masjid terbuat dari bambu. Begitu juga dengan atap, dibuat dari bambu kemudian ditutup ijuk. Sementara itu, pondasinya dibuat dari susunan batu-batu berukuran sedang.

Melansir Liputan6.com, Sabtu (11/8), nggak hanya Masjid Bayan yang masih berdiri kokoh, rumah-rumah adat di Kampung Adat Bayan juga nggak mengalami kerusakan yang parah setelah diguncang gempa 7 SR dan ratusan gempa susulan.

Tiga lumbung padi dan dua bruga (pendopo) yang ada di bagian Bayan Barat pun nggak mengalami kerusakan yang berarti. Warga kampung adat tersebut tetap menghuni rumah yang terbuat dari bambu serta beratapkan ilalang. Sangat tradisional sekali ya, Millens.

Konon, Kecamatan Bayan merupakan salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah Islam kali pertama diperkenalkan. Nah, Masjid Bayan Baleq itu adalah masjid pertama yang berdiri di Pulau Lombok.

Masjid kuno ini termasuk situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17. Masjid itu sangat dihormati pemeluk Agama Islam Wetu Telu.

Wah, masjid ini sarat akan sejarah ya, Millens. Syukurlah masjid ini masih selamat dari guncangan ratusan gempa di Lombok. (IB13/E04)