Masih Ada Masyarakat yang Tak Dapat Sembako, Tanda Bantuan Belum Merata?

Masih Ada Masyarakat yang Tak Dapat Sembako, Tanda Bantuan Belum Merata?
Bantuan sembako pemerintah Kota Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Undang-Undang menyebut fakir miskin dan anak terlantar bakal dipelihara negara, namun faktanya nggak semua orang miskin yang semakin melarat akibat pandemi ini dapat bantuan. Apakah hal ini jadi bukti bantuan pemerintah belum merata?

Inibaru.id - Kondisi yang sulit, kini semakin sulit gara-gara corona. Mungkin itu yang ada dalam benak hampir semua orang saat ini. Fenomena penunggu bantuan di pinggir jalan yang kini semakin banyak benar-benar mengusik benak saya. Awalnya saya nggak percaya hingga akhirnya saya bertemu  beberapa orang di sepanjang Jalan Krapyak hingga Kalisari pada Jumat, (8/5) sore.

Khoiriyah misalnya, perempuan 67 tahun ini mengaku setiap harinya menunggu bantuan datang. Dia bahkan bisa menandai hari Jumat sebagai hari yang “ramai donasi” dan sengaja berada di sekitar tukang becak agar mudah diberi bantuan.

“Di sini setiap pagi sampai sore karena nggak punya kerjaan (di rumah). Nggak setiap hari dapet (donasi),” aku perempuan yang tinggal di Barusari Baru ini.

Dia menerima apa saja yang diberikan oleh para donatur. Namun dirinya mengaku bahwa donasi berupa sembako adalah yang paling dibutuhkan karena bisa bertahan lama. Beruntung, perempuan yang terkadang masih dapat panggilan sebagai asisten rumah tangga ini juga mendapat bantuan dari pemerintah kota beberapa waktu lalu.

Masyarakat terdampak pandemi bakal menerima bantuan apa pun yang kamu berikan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Masyarakat terdampak pandemi bakal menerima bantuan apa pun yang kamu berikan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Ada pula Feni. Perempuan asal Mangkang ini mangkal bersama suaminya yang sama-sama kehilangan pekerjaan. Dia yang sedari pagi menunggu bantuan datang mengaku baru mendapat seporsi nasi bungkus pada sore hari.

“Tadi dapat satu, nanti dibawa pulang,” tutur ibu dua anak ini.

Berbeda dengan Khoiriyah, Feni yang tak punya pemasukan ini mengaku tak dapat bantuan dari pemerintah kota.

“Sudah dimintai KK tapi nggak dapat bantuan,” tuturnya memelas.

Keinginan Feni tak muluk-muluk. Dia cuma pengin anak keduanya yang baru berusia dua tahun bisa mendapatkan susu. Selama dirinya berada di jalanan pun, tak ada perhatian dari pemerintah. Bahkan pernah dirinya didatangi oleh Satpol PP untuk ditegur, bukan diberi bantuan.

Dua masyarakat terdampak dengan dengan kondisi hampir sama ini ternyata punya nasib yang berbeda dalam hal menerima bantuan pemerintah. Hm, bingung kan kenapa tak semua kebagian bantuan? Kalau memang begitu keadaannya, sepertinya Pemkot perlu melakukan evaluasi.

Menurutmu gimana, Millens? (Zulfa Anisah/E05)