Masa Lalu Berdarah Madame Tussaud, Berani Baca?

Masa Lalu Berdarah Madame Tussaud, Berani Baca?
Replika Marie Grosholtz. (Artspecialday)

Dikenal sebagai seniman patung lilin dan pemilik museum terkenal di dunia, Madame Tussaud pernah mengalami kejadian paling mengerikan di dalam hidupnya. Dengan tangannya sendiri, dia dipaksa membuat cetakan lilin dari kepala-kepala orang-orang yang dikenalnya di Kerajaan Prancis.

Inibaru.id – Kamu tentu nggak asing dengan nama ini. Yap, Madame Tussaud. Nama lengkapnya Marie Grosholtz. Dia menghabiskan seumur hidupnya dengan membuat patung lilin dari tokoh terkenal. Nggak cuma figur orang-orang top seperti raja, bintang pop, dan politikus, Tussaud juga membuat figur dari kriminal terkenal.

Meski menjadi seniman yang sangat sukses, siapa sangka perempuan yang lahir pada 1 Desember 1761 di Strasbourg, Prancis, ini pernah mengalami hidup yang mengerikan?

Yatim Sejak Kecil

Marie Grosholtz alias Madame Tussaud. (Theguardian/Getty Images/Hulton Archive)
Marie Grosholtz alias Madame Tussaud. (Theguardian/Getty Images/Hulton Archive)

Marie kecil harus menerima kematian ayahnya dalam sebuah pertempuran. Ayahnya adalah seorang tentara Jerman. Ibunya kemudian bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang pembuat patung lilin dan pakar anatomi bernama Philippe Curtius di Berne, Swiss.

Curtius begitu sayang pada Marie dan mengadopsinya. Di sinilah Marie akrab dengan dunia patung lilin. Ketika Marie berusia  6 tahun, Curtius mendapat posisi bergengsi di Paris. Marie dan ibunya ikut diboyong.

Kesuksesan Curtius membuat Marie bisa bergaul dengan masyarakat kelas atas. Dia bahkan bertemu dengan Raja Louis XVI ketika itu.

Pada 1780-an, oleh Madame Elizabeth, saudara perempuan raja, Marie diangkat sebagai guru seni. Bisa dibilang itu adalah masa keemasannya. Namun, dekat dengan keluarga kerajaan pernah membuatnya hampir kehilangan nyawa. Dia dianggap sebagai simpatisan kerajaan. Dia dipenjara selama tiga bulan ketika Revolusi Prancis pecah.

Dipenjara ketika Revolusi Prancis pecah, Marie sempat menunggu giliran dieksekusi. Laiknya tahanan lain, rambutnya kala itu ikut dicukur seperti tahanan lain. Beruntung, dia diselamatkan Jean-Marie Collot d'Herbois, seorang revolusioner terkemuka yang juga teman ayah angkatnya, Curtius.

Membuat Topeng Kematian

Marie Tussaud menyiapkan 'topeng kematian' dari kepala yang terpenggal, Madame Tussauds, London. (Nationalgeographic/Aurimages/Granger)
Marie Tussaud menyiapkan 'topeng kematian' dari kepala yang terpenggal, Madame Tussauds, London. (Nationalgeographic/Aurimages/Granger)

Hampir nggak ada yang gratis di dunia ini, termasuk penyelamatannya. Marie terpaksa membayar pembebasan itu dengan membuat topeng kematian para bangsawan dan raja-ratu saat dipancung, sebagai tanda dukungannya pada revolusi. Jelas saja Marie sangat tertekan dengan tugas itu.

Bayangkan, betapa mengerikannya membuat cetakan lilin dari kepala-kepala yang telah terputus. Di antara kepala-kepala itu ada teman-teman ayahnya juga.

Marie bahkan harus membuat cetakan lilin dari kepala Putri de Lamballe yang masih berlumuran darah. Menurut cerita, kepala putri itu dipukul dengan palu sampai nggak sadar, dirudapaksa para revolusionis, lalu disiksa. Setelah meninggal, tubuhnya kemudian dimutilasi.

Ketika kepalanya diperlihatkan kepada Marie Antoinette, dia langsung jatuh pingsan. Asal kamu tahu, putri itu adalah sahabat sang ratu dan Marie. Ayah angkat Marie selamat, tapi meninggal nggak lama setelah itu (1794). Semua koleksi patung lilinnya diwariskan kepada Marie.

Marie kemudian menikah dengan Francois Tussaud dan memiliki dua anak. Sayang, cinta mereka nggak berjalan mulus. Keduanya memutuskan berpisah. Marie dan dua anaknya hijrah ke Inggris dan membuka museum permanen di sana dengan nama Madame Tussaud. (Kom/IB21/E03)