"Marlina" juga Berjaya di Polandia

Sukses di Cannes dalam penayangan perdananya, film ini terus diperhitungkan dalam festival film internasional berikutnya, termasuk yang terbaru di Polandia

"Marlina" juga Berjaya di Polandia
Salah satu adegan dalam film “Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak”. (Cinesurya)

Inibaru.id – Sentuhan dramatis yang ditampilkan Mouly Surya dalam Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak benar-benar menyihir banyak orang. Setelah mendapat sambutan hangat pada sejumlah festival film internasional dan saat tayang di bioskop Indonesia 16 November lalu, film ini juga tampil gemilang di Polandia.

Dilansir dari Antaranews, Kamis (23/11/2017), Marlina meraih penghargaan internasional dalam ajang Five Flavours Film Festival di Polandia. Cinesurya Production mengumumkan kemenangan ini dalam Twitter resminya.

"Film ini memiliki visi tunggal yang unik, terutama dalam kualitas gaya, menggunakan ikonografi barat yang beralih ke lanskap Asia kontemporer," ungkap NETPAC Jury Award dari Five Flavours Film Festival yang dikutip dalam akun Twitter @cinesurya.

Marlina dinilai sangat mencolok dan menantang dengan kualitas luar biasa dalam desain penyuntingan dan suara pada khususnya. Tak hanya itu, para juri juga menyanjung sutradara Mouly Surya dengan mengatakan dia adalah talenta Asia yang luar biasa saat ini.

Baca juga:
Sutradara Italia Dokumentasikan Kehidupan Pesantren
Hujan Bulan Juni: Perjalanan Puisi Ke Gambar Hidup

Kemenangan Marlina tersebut menambah daftar panjang penghargaan yang mereka raih sejak tayang perdana pada Festival Film Cannes, Mei 2017.

Film berlatar tempat di Sumba, NTT ini sebelumnya pernah memenangi penghargaan film dengan skenario terbaik pada FIFFS ke-11 Maroko, aktris terbaik (Marsha Timothy) pada Sitges International Fantastic Film Festival Spanyol, dan penghargaan film terbaik Asian NestWave dari The QCinema Film Festival Filipina.

Ide Marlina sejatinya muncul dari Garin Nugroho. Pada 2014, sutradara kawakan Tanah Air itu “mewariskan” lima halaman rangkuman cerita seorang perempuan Sumba bernama Marlina kepada Mouly. Dia ingin sutradara perempuan yang membuat filmnya.

Bersama Rama Adi sebagai penulis sekenario, Mouly pun mulai membesarkan cerita tersebut menjadi sebuah film. Kekerasan kampung menjadi isu besar dalam film ini. Mereka kemudian juga memberi detail-detail budaya yang unik.

Baca juga:
14 Film Nasional yang Dirilis November
Film Indonesia di Ajang Piala Oscar sebelum “Turah”

Dalam film dikisahkan Marlina adalah seorang janda muda yang diserang dan dirampok ternaknya. Kawanan perampok berjumlah tujuh orang itu mengancam nyawa, harta, juga kehormatan Marlina di hadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi, duduk di pojok ruangan.

Untuk membela diri, dia membunuh beberapa orang anggota perampok tersebut dengan racun yang dicampur dalam makanan, lalu memenggal kepala Markus, si bos perampok. Untuk meminta keadilan, dia kemudian melakukan perjalanan keesokan harinya.

Dalam perjalanan menunggangi kuda, Marlina kemudian bertemu Novi yang menunggu kelahiran bayinya dan Frans yang menginginkan kepala Markus untuk kembali disatukan dengan tubuhnya. (GIL/SA)