Kini, Wisma Perdamaian Gratis Dipakai Masyarakat

Kini, Wisma Perdamaian Gratis Dipakai Masyarakat
Gedung Wisma Perdamaian di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang. (Seputarsemarang)

Sering mendapatakan keluhan tentang harga sewa gedung yang mahal, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memutuskan untuk menggratiskan biaya sewa gedung Wisma Perdamaian. Ganjar berharap gedung itu bisa digunakan untuk acara-acara yang bermanfaat.

Inibaru.id – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memutuskan untuk menggratiskan penggunaan Wisma Perdamaian bagi seluruh kalangan masyarakat. Gedung yang berlokasi di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang itu bisa gratis digunakan asalkan kegiatan yang dilakukan bersifat positif.

Antaranews.com, Senin (14/1/2019) menulis, Ganjar memutuskan hal ini setelah banyak orang mengeluh kepadanya tentang harga sewa gedung yang semakin mahal.

“Saya ini sering dicurhati banyak orang katanya nyari tempat buat pentas susah, sewa gedung juga mahal. Makanya saja gratiskan saja Wisma Perdamaian,” terang Ganjar.

Kendati demikian, belum jelas apakah gedung ini boleh dipakai untuk acara pribadi seperti resepsi pernikahan atau tidak.

Selama ini, Wisma Perdamaian banyak dipakai beberapa kalangan untuk menggelar pertemuan resmi atau acara kesenian seperti pameran kartun, pentas peringatan hari anak, pentas tari, teater, seminar bahkan sarasehan kebangsaan.

Gedung ini sering jadi rujukan karena memiliki ruangan yang cukup besar sehingga bisa menampung ratusan orang. Bangunan ini juga memiliki lahan terbuka yang bisa dijadikan tempat parkir dengan daya tampung mencapai lebih dari 100 unit kendaraan roda dua dan roda empat.

Keuntungan lain menggunakan gedung ini adalah lokasinya yang sangat strategis, yakni di salah satu sisi bundaran Tugu Muda. Dengan begitu, Wisma Perdamaian bisa dengan mudah diakses kendaraan pribadi atau kendaraan umum.

Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Wisma Perdamaian rupanya termasuk dalan gedung bersejarah, lo. Gedung ini sudah berdiri sejak zaman Belanda. Saat itu, bangunan itu diberi nama De Vredestein yang berarti “Istana Perdamaian”. Pada 1978, gedung dengan arsitektur khas klasik tersebut juga pernah dipakai sebagai Akademi Pemerintah Dalam Negeri.

Wisma Perdamaian direvitalisasi pada 1994 silam. Gedung ini juga sempat dijadikan Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah tapi sekarang gedung tersebut lebih sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai macam kegiatan.

Wah, penggunaannya digratiskan, Millens. Nanti kalau mau ada pameran, pentas, atau diskusi nggak perlu lagi bingung mencari tempat nih. Eits, tapi tetap harus izin dulu, ya. (IB09/E04)