Makin Canggih, Kini Pencuri Pakai Topeng 3D untuk Beraksi

Makin Canggih, Kini Pencuri Pakai Topeng 3D untuk Beraksi
Pencuri menggunakan topeng 3D untuk beraksi. (Twitter/untung_putro)

Nggak disangka, pencuri juga makin canggih dan mengikuti perkembangan teknologi. Ada yang niat banget membobol sistem verifikasi wajah ojek daring dengan cara memakai topeng 3D dan berhasil!

Inibaru.id – Nggak disangka, pencuri juga mulai mempergunakan teknologi untuk memperlancar aksi kejahatannya. Ada yang baru saja diciduk oleh polisi karena memakai topeng 3D untuk mencuri MacBook. Dengan topeng ini, mereka bahkan bisa membobol sistem verifikasi wajah ke aplikasi ojek daring! Luar biasa!

Pelaku pencurian ini berjumlah 2 orang. Mereka mampu menggelapkan MacBook senilai Rp 67 juta. Caranya, mereka memakai topeng tiga dimensi (3D) sehingga bisa membuat sistem verifikasi wajah di aplikasi ojek daring percaya kalau mereka adalah orang lain yang sudah terdaftar di dalam sistem. Yang lebih gila, ternyata trik ini sudah beredar di YouTube sejak September 2021!

Pratama Persada, ahli IT dari Communication Information System Security Research Center (CISSReC) pada Jumat (26/11/2021) menyebut sistem verifikasi wajah memang terlihat modern, namun ternyata masih memiliki keamanan, tepatnya dalam hal membaca ekspresi wajah. Asalkan wajahnya sudah dianggap sesuai, siapa saja sudah bisa masuk.

Nah, sang pencuri memanfaatkan kelemahan ini. Dengan memakai topeng 3D, mereka bisa masuk ke dalam sistem ojek daring dan akhirnya mendapatkan MacBook incaran mereka.

Caranya, mereka mencari akun pengemudi ojek daring yang dijual. Di sana, mereka bakal mendapatkan data lengkap baik itu Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga nomor telepon. Mereka kemudian bisa menemukan foto dari mitra pengemudi ojek daring. Foto inilah yang mereka cetak jadi topeng 3D.

Pencuri memakai topeng 3D sudah diringkus polisi. (Akurat)
Pencuri memakai topeng 3D sudah diringkus polisi. (Akurat)

Menariknya, resolusi topeng 3D yang mereka cetak sengaja dibuat dengan resolusi rendah. Tujuannya? Agar bisa mengelabui sistem verifikasi wajah dari ojek daring. Jadi, mereka tinggal diam saja dan mampu masuk ke sistem dan menjadi pengemudi ojek daring. Dari situ, mereka kemudian menjadi mitra pengemudi gadungan.

Dengan akun pengemudi gadungan ini, mereka mendapatkan pesanan pengiriman barang. Dalam hal ini, mereka mengincar barang-barang elektronik bernilai mahal. Setiap kali barang sudah didapatkan, mereka mematikan akun lama dan menggantinya dengan akun ojek daring baru dengan modus yang sama sebanyak 15 kali.

Pihak ojek daring pun diminta untuk memperbaiki sistem verifikasi wajah agar lebih ketat. Contohlah, mereka bisa memakai fitur video call atau cara lainnya.

Wah, nggak nyangka ya, Millens, modus kejahatan makin canggih saja. Siapa pula yang terpikir, coba, bikin akun ojek daring gadungan memakai topeng 3D. Luar biasa, ya?(Kat/IB09/E05)