Nggak Cuma Perut, Jiwamu Juga Butuh Makanan lo

Nggak Cuma Perut, Jiwamu Juga Butuh Makanan lo
Bahagia bersama keluarga. (Ohayo)

Nggak cuma perut, jiwamu juga butuh asupan. Begini cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk memberi makan jiwamu.

Inibaru.id – Ketidakmampuan dalam menghadapi masalah bisa mengakibatkan munculnya pikiran-pikiran negatif di benak seseorang. Keadaan tersebut bisa memicu stres bahkan depresi. Kondisi seperti itu sebenarnya bisa kamu hindari dengan cara memberi "makan" pada jiwamu, Millens.

Yap, makanan jiwa. Nggak cuma makanan lezat untuk perut, jiwamu pun butuh asupan. Secara ilmiah, hal ini disebut dengan faktor protektif.

Psikolog Monika Windriya Satyajati membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan jiwa membutuhkan “makanan” agar bisa mencegah masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan jiwa.

“Sebutan makanan jiwa itu istilah populernya ya, kalau istilah ilmiahnya disebut dengan faktor protektif tehadap depresi. Jadi hal-hal apa saja yang bisa memproteksi diri kita dari depresi,” katanya.

Bahagia bersama keluarga. (Oleifera.co)

Lebih lanjut, dia menjelaskan faktor protektif itu mencakup dua hal yaitu pada batin atau jiwa dan pada fisik atau tubuh. Faktor protektif pada batin menurut Monika dimulai dari keluarga.

“Orang psikologi percaya, semua berawal dari keluarga. Jika seorang anak punya keluarga yang harmonis, rukun, dan utuh ibu dan ayahnya, maka anak tersebut lebih terproteksi. Maksudnya, dia telah mendapat “makanan jiwa” dalam hubungan keluarganya,” jelas dosen Unika Soegijapranata, Semarang itu.

Selain keluarga, faktor protektif juga dimulai dari diri anak tersebut. Hal itu itu bisa dilakukan lewat menciptakan komunikasi yang harmonis dengan orang-orang di sekitarnya. Manajemen waktu yang baik juga menjadi bagian dari faktor protektif.

Nggak cuma itu, memiliki rasa syukur dan menerima atas kondisi dirinya juga jadi faktor protektif yang dibutuhkan jiwa.

“Ada anak yang nggak pinter matematika, ketika dapat nilai buruk dia akan sedih dan menyalahkan diri sendiri. Beda dengan anak yang punya perhargaan bagus buat diri sendiri. Ketika dapat nilai jelek di matematika, dia akan menerimanya karena dia tahu, bahwa dirinya lebih pandai di bidang lain seperti berenang,” terang Monika.

Monika menambahkan, membentuk lingkungan sosial yang baik juga bisa jadi faktor protektif yang lain. Jika seseorang memiliki kehidupan yang positif, ceria, kreatif, dan produktif, hidupnya akan terasa lebih bermakna dan bahagia.

Lingkungan yang ceria. (Gualaives)

Sementara itu, kamu juga bisa menunjang asupan jiwa itu dengan kesehatan fisik. Ingat pepatah "Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat juga" kan? Nah, kamu bisa memulainya dengan olahraga, melakukan hobi, atau bahkan memakan makanan yang punya kandungan bagus untuk serotonin.

“Misalnya mengonsumsi coklat karena bisa menstabilkan serotonin, kalau kita kurang serotonin, kita lebih lesu dan pikiranya negatif,” tandasnya.

Hayo, jiwamu sudah diberi makan belum nih, Millens? Yuk, mulai beri makan jiwamu! (Verawati Meidiana/E04)