Makan Bubur Perlu Diaduk atau Nggak sih?

Makan Bubur Perlu Diaduk atau Nggak sih?
Perdebatan makan bubur diaduk atau nggak. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Menurut anak millenials, penikmat bubur terbagi menjadi dua yakni tim diaduk dan yang nggak diaduk. Namun, sebenarnya bubur perlu diaduk nggak sih saat makan?

Inibaru.id – Generasi millenials itu memang sangat peka dan detail. Saking detailnya, hal serupa makan bubur diaduk atau tidak saja bisa jadi perdebatan. Ha-ha.

Yap, dalam kacamata anak millenials, ada dua aliran orang saat memakan bubur. Pertama, mereka yang makan bubur diaduk terlebih dahulu sehingga semua topping dan kuah bercampur jadi satu. Ada juga mereka yang makan bubur langsung tanpa diaduk.

Seperti Siti Zumrotun, dia lebih senang makan bubur tanpa diaduk.

“Kalau diaduk itu aneh,” tegasnya.

Namun, ada juga yang nggak bisa makan bubur kalau kuah dan semua isiannya nggak diaduk. Salah seorang yang memiliki kebiasaan ini adalah Andhika Ariamaharani.

"Kalau sendiri-sendiri kayak hambar gitu. Kan bumbu, sambel, kecap nggak nyatu kalau nggak diaduk. Kalau diaduk itu ada rasa khas yang emang dicari," tutur perempuan yang kerap dipanggil Rani ini.

Inibaru.id mencoba mencari jawaban atas perdebatan ini dengan bertanya kepada pemilik kedai bubur Mangkuk Emas Ester Teguh Gunawan.

“Wajarnya nggak diaduk sih ya biar kita bisa merasakan tiap gigitan yang berbeda. Kalau diaduk itu semuanya nyampur, nanti bumbu ayamnya ketutupan bubur malah,” jelas Ester.

Kendati demikian, setiap bubur juga memiliki cara makan masing-masing. Seperti contoh bubur yang disajikan di Mangkuk Emas. Ada dua jenis bubur yakni bubur gurih dan manis. Kuah bubur di Mangkuk Emas berbeda dengan kuah bubur yang dijajakan di gerobak. Di kedai yang buka dari pukul 06.00 hingga 19.00 WIB itu kuahnya sedikit tapi rasanya kuat.

“Kalau bubur saya tipe yang nggak diaduk supaya rasa setiap komponennya benar-benar terasa,” lanjut Ester.

Bubur ala Mangkuk Emas memang berbeda. Resep yang digunakan adalah resep warisan keluarga sehingga dijamin Ester nggak sama dengan pasaran. Bubur putihnya memiliki rasa gurih ditambah dengan topping sesuai rasanya. Untuk bubur manis, topping-nya dimasak dengan bumbu serupa bacem baik daging ayam ataupun telurnya, nggak lupa ditambah pangsit.

Begitu pula dengan bubur gurih. Bubur putih yang gurih berpadu dengan suwiran daging ayam dan kuah yang asin serta setengah telur ayam. Semangkuk bubur itu semakin lengkap dengan tambahan potongan cakue di atasnya. Harga yang dipatok untuk setiap mangkuk pun lumayan murah yakni Rp 13 ribu.

Nah, kalau kamu, tim yang mana nih sobat Millens? Makan bubur diaduk atau tanpa diaduk? (Ida Fitriyah/E05)