Mahathir Mohamad: Umat Islam Berhak Marah dan Menghukum Orang Prancis!

Mahathir Mohamad: Umat Islam Berhak Marah dan Menghukum Orang Prancis!
Mahathir Mohamad ikut menyuarakan protes terkait dengan pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Twitter/chedetofficial)

Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengaitkan Islam dengan terorisme memicu kecaman dari sejumlah negara muslim di seluruh dunia. Bahkan, mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pun juga ikut melakukan protes terkait hal ini.

Inibaru.id - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ikut angkat suara menanggapi pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengaitkan Islam dengan terorisme. Menurutnya, umat muslim sebenarnya punya hak untuk marah dengan Prancis dan menghukum dengan cara membunuh jutaan orang Prancis terkait peristiwa pembantaian di masa lalu.

 “Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis atas pembantaian di masa lalu," tulis Mahathir dalam akun Twitternya dikutip dari Reuters, Jumat (30/10/2020).

Cuitan Mahathir Mohamad yang memicu kontroversi dan telah dihapus. (Twitter/Ed_Husain)
Cuitan Mahathir Mohamad yang memicu kontroversi dan telah dihapus. (Twitter/Ed_Husain)

Hanya, terkait dengan kasus pemenggalan seorang guru bernama Samuel Paty di Prancis oleh remaja Chechnya karena menunjukkan gambar Nabi Muhammad kepada muridnya, Mahathir bilang kalau itu sebenarnya nggak perlu terjadi.

Mahathir mengaku mendukung penuh kebebasan berekspresi setiap warga negara. Tapi kebebasan itu nggak boleh digunakan semena-mena, apalagi untuk menghina orang lain dan keyakinannya. Pada umumnya, sambung Mahathir, nggak semua umat muslim punya prinsip hukum ‘mata dibalas mata’, orang Prancis pun juga nggak demikian.

"Karena Anda telah menyalahkan semua muslim dan agama muslim atas apa yang dilakukan oleh satu orang yang marah, muslim pun berhak menghukum Prancis," tambah dia.

Komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron memicu kontroversi bagi umat Islam di seluruh dunia. (Twitter/EmmanuelMacron)
Komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron memicu kontroversi bagi umat Islam di seluruh dunia. (Twitter/EmmanuelMacron)

Nggak lama setelah tweet itu viral di seluruh dunia, pihak Twitter menghapus cuitan Mahathir. Twitter menilai cuitan itu telah melanggar ketentuan mereka.

Sebelum kontroversi cuitan Mahathir, pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengaitkan Islam dengan terorisme memicu kecaman dari sejumlah negara muslim di dunia. Indonesia dan Malaysia juga merasa sangat keberatan dengan pernyataan itu.

Kementerian Luar Negeri Malaysia juga sudah memanggil diplomat Prancis di sana Gilles Barrier. Dalam pertemuan itu, Malaysia secara resmi mengecam pernyataan yang disampaikan Macron.

Bagaimana pendapatmu nih, Millens terkait dengan pernyataan Macron sekaligus protes kontroversial yang ditunjukkan oleh Mahathir Mohamad? (Kum/IB28/E05)