Magelang Darurat Bencana Angin Kencang

Magelang Darurat Bencana Angin Kencang
Kerusakan akibat angin kencang di Magelang. (Kompas/Ika Fitriana)

Pemkab Magelang Jawa Tengah, menetapkan status darurat bencana angin kencang sejak Senin (21/10/2019). Status darurat bencana sengaja ditetapkan karena bencana angin kencang yang terjadi kali ini berbeda dari biasanya.

Inibaru.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jawa Tengah menetapkan status tanggap darurat bencana angin kencang. Status tersebut ditetapkan pascabencana angin kencang yang terjadi pada Minggu (20/10/2019) hingga Senin (21/10).

Bupati Megelang Zaenal Arifin mengatakan, status darurat bencana ini diputuskan agar dampak bencana dapat segera ditangani dan menentukan langkah strategis selanjutnya.

"Status darurat bencana terhitung sejak hari ini hingga Rabu (23/10), kami siap melakukan penanganan darurat, termasuk mencukupi kebutuhan pengungsi," papar Zaenal seperti diberitakan Antaranews, Senin (21/10).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, fenomena angin kencang memang kerap terjadi saat pergantian musim. Namun, angin kali ini berbeda karena durasinya yang lebih lama. Sebelum ini, angin kencang terjadi dengan durasi paling lama yakni satu jam.

Karena inilah, pihaknya akan meminta penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca tersebut.

“Karena durasi angin kencang yang terjadi begitu lama tersebut, kami akan berupaya mencari tahu apakah angin kencang ini memang merupakan penanda pergantian musim belaka atau bukan,” paparnya.

Hingga saat ini, angin kencang telah merusak puluhan rumah warga di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Pakis, Sawangan, Kajoran, Ngablak, Tegalrejo, Srumbung, dan Dukun. Selain itu, banyak pohon yang tumbang hingga menutup akses jalan.

Tercatat, hingga Senin (21/10) malam, jumlah pengungsi di Balai Desa Ketundan dan masjid-masjid di Kecamatan Pakis mencapai 853 KK atau 2.682 jiwa. Sementara itu, 94 jiwa tercatat telah mengungsi di Balai Desa Polagan dan titik lainnya.

Edy berpesan agar masyarakat dimohon untuk tetap tenang dan tidak panik sambil menunggu arahan dari petugas di lapangan.

Semoga bencana angin kencang ini cepat berlalu ya, Millens. (IB18/E04)