Makanan Khas Imlek dan Maknanya

Tahun Baru Imlek selalu identik dengan makanan-makanan istimewa yang terkadang hanya bisa kita nikmati hari itu saja. Nggak cuma enak, makanan-makanan itu juga punya filosofi sendiri-sendiri. Hm, apa saja?

Makanan Khas Imlek dan Maknanya
Hidangan Imlek. (Dezzeygraphy.blogspot.co.id.)

Inibaru.id – Tahun Baru Imlek segera tiba. Perayaan tahun Shio Anjing Tanah 2569 ini bakal bertepatan dengan 16 Februari 2018 kalender nasional. Menjelang perayaan, masyarakat Tionghoa biasanya akan berkumpul bersama keluarga besar. Mereka saling sua, bersembahyang, dan bersenang-senang. Satu hal yang nggak bakal terlupa: makan-makan!

Makan bersama memang menjadi bagian dari tradisi keluarga Tionghoa pada malam tahun baru Imlek. Hidangan-hidangan hangat akan tersaji di meja untuk dinikmati bersama. Makanan yang disajikan pun begitu khas dan penuh makna, Millens. Jadi, nggak heran kalau makanan-makanan tersebut wajib ada dalam perayaan Imlek. Apa saja? Yuk simak daftar yang ditulis Shopback.co.id (2/2/2018) berikut ini.

Kue Keranjang

kue keranjang. (blog.reservasi.com)

Kue Keranjang atau Nian Gao, kue bertekstur lengket ini punya peranan penting di Tahun Baru Imlek. Bahannya adalah tepung ketan, gula merah, dan kadang diberi pewarna alami. Umumnya, kue ini digunakan untuk upacara sembahyang kepada leluhur.

Bentuknya yang bulat disimbolkan sebagai harapan keluarga agar tetap bersatu dan rukun dalam menghadapi kehidupan. Biasanya kue tersebut disusun bertingkat, dari yang terbesar ke terkecil. Ini melambangkan peningkatan rezeki dan kemakmuran keluarga. Tekstur lengketnya juga menyimbolkan kedekatan antarkeluarga.

Kue Mangkok

Kue Mangkok. (WordPress.com)

Setelah kue-kue keranjang disusun, dipuncaknya akan diletakkan kue mangkok. Maknanya, melanjutkan dari kue keranjang, peningkatan rezeki dan kemakmuran akan mekar pada kehidupan yang akan datang. Kue ini warnanya merah terang, sangat identik dengan perayaan Imlek.

Baca juga:
Kudapan-kudapan Favorit Imlek Selain Kue Keranjang
Solo Jadi Kota Paling Layak Huni di Indonesia

Lapis Legit

Lapis_Legit.(posresep.com)

Rasanya manis dan legit. Dari bentuknya yang berlapis-lapis dan bertumpuk-tumpuk, lapis legit adalah perlambang rezeki yang berlapis-lapis pada tahun yang akan datang. Ini juga menyimbolkan kehidupan yang lebih manis.

Jiaozi

Jiaozi.(tempo.co)

Jiaozi adalah pangsit yang diisi daging cincang, sayuran, dan udang cincang. Kuliner enak satu ini selalu dihidangkan dalam keadaan hangat dan disantap sambil dicocol kecap asin yang maknyus. Bentuknya yang bulat melengkung mirip dengan bentuk uang Tiongkok kuno. Ini melambangkan rezeki yang melimpah. 

Manisan Segi Delapan

manisan-segi-delapan. (Job-Like.com)

Manisan segi delapan dikenal sebagai "tray of happiness". Sesuai namanya, makanan ini punya makna kegembiraan di setiap sisinya. Misalnya, biji teratai melambangkan kesuburan, sedangkan leci melambangkan sebuah ikatan keluarga. Sementara, alasan kenapa memilih segi delapan adalah karena masyarakat Tionghoa meyakini angka delapan sebagai angka keberuntungan.

Jeruk Mandarin

Jeruk Mandarin. (coasthotels.com)

Nggak lengkap rasanya kalau nggak ada buah ikonik yang satu ini. Jeruk mandarin biasanya dijadikan sebagai makanan penutup atau sekadar cemilan untuk menemani acara obrolan keluarga. Disajikan secara utuh dengan menyisakkan tangkai plus daunnya, jeruk melambangkan rezeki yang berlimpah ruah, sementara kelengkapan tangkai dan daunnya adalah simbol kemakmuran dan kesejahteraan yang akan selalu tumbuh.

Siu Mie atau Mie Panjang

Mie Panjang. (beniceorleavethanks.com)

Ketika memakan mie, masyarakat Tionghoa terbiasa menyeruputnya hingga ke ujung mie tanpa terputus. Kebiasaan ini dipercaya akan memperpanjang usia, Millens. Olahan mie panjang biasanya dicampur dengan sayur sawi, irisan bakso, daging ayam, udang, dan cumi. 

Kuaci

kuaci.(blog.lakupon.com)

Sama seperti jeruk mandarin, cemilan satu ini akan menjadi teman acara obrolan keluarga. Meski sedikit rumit ketika memakannya, kuaci disimbolkan sebagai kesuburan. Memakan kuaci berarti akan disegerakan dalam menerima keturunan. Hm, noted! Ha-ha.

Kue Bulan

Kue Bulan. (heraldk.com)

Bentuknya mirip dengan kue bakpia. Di Tiongkok, kue bulan dikenal dengan nama gwee pia atau tiong ciu pia.

Nuo Mi Fan

Nuo Mi Fan. (mastercook.com)

Nuo Mi Fan atau kue tape ketan ala Kanton, menyimbolkan kebersamaan dan kekompakkan dalam keluarga.  

Kue Tapel

Kue Tapel. (nulis.co.id_)

Kue Tapel berasal dari Cirebon. Bahan dasarnya dari tepung beras. Pembuatannya pun nggak jauh berbeda dengan crepes. Rasanya manis dengan isian pisang dan gula merah.

Teh Telur

Teh Telur. (shopback.com)

Telur yang dimasak dengan kecap asin dan teh ini jadi sajian yang menarik loh, Sobat Millens. Dalam perayaan Imlek, telur teh biasanya dimakan sebagai camilan. Nah, makanan "unik" ini dipercaya akan mendatangkan kesuburan. 

Ayam atau Bebek

Ayam dan Bebek. (kuliner.ilmci.com)

Mau dibakar, dipanggang, atau digoreng, menu satu ini nggak pernah lepas dari meja makan saat perayaan Imlek. Selain mudah ditemukan, menu satu ini juga punya makna yang mengharukan. Ayam atau bebek yang disajikan secara utuh diharapkan mampu menjadikan keluarga besar yang menyantapnya selalu utuh dan bahagia.

Babi

Babi. (butchers-shop.co.uk)

Hidangan yang satu ini juga besar kemungkinan bakal tersaji di meja makan. Babi adalah makanan favorit saat Imlek. Apapun olahannya, hidangan ini dipercaya akan menghilangkan rasa malas. Babi diketahui sebagai hewan yang malas. Nah, memakan babi dipercaya akan membuat rasa malas hilang. Menarik!

Baca juga:
Solo Jadi Kota Paling Layak Huni di Indonesia
Tahun Baru Imlek: Barongsai yang Mampu Satukan Perbedaan

Ikan Bandeng

Ikan Bandeng. (portalsemarang.com)

Ikan bandeng merupakan salah satu item yang harus ada dalam perayaan Imlek. Alasannya, ikan ini melambangkan pelicin bisnis. Warga Tionghoa akan membeli ikan dengan ukuran jumbo dan menyajikannya secara utuh. Ini dipercaya akan membawa rezeki dan keberuntungan terus menerus.

Wah, ternyata semua makanan penuh makna positif ya, Millens. Semoga perayaan Imlek tahun ini semua harapan itu bisa terus terkabul. Duh, duh, awas air liur berjatuhan! Ha-ha. (ANG/GIL)