Yang Seru-Seru dari Hari Kemerdekaan, Masihkah Kita Lakukan?

Menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia, berbagai sudut wilayah tampak semarak. Warga ramai menghias lingkungan tempat tinggalnya hingga mengadakan berbagai lomba dan perayaan. Kamu jadi bagian di dalamnya?

Yang Seru-Seru dari Hari Kemerdekaan, Masihkah Kita Lakukan?
Hari Kemerdekaan Indonesia selalu disambut meriah. (republika.co.id)

Inibaru.id – Laiknya peringatan tahun kelahiran, hari kemerdekaan juga menjadi peristiwa yang paling dinanti saban tahun. Ya, selalu ada keseruan di dalamnya. Menghias kampung, menggelar berbagai lomba, tasyakuran, hingga mendirikan panggung hiburan biasa dilakukan warga setempat.

Hingga kini, perayaan kemerdekaan Indonesia yang jatuh tiap 17 Agustus nggak juga lekang oleh waktu dan generasi. Hari Kemerdekaan layaknya pesta rakyat yang bisa diikuti oleh siapa saja, nggak terkecuali generasi millenials yang kerap dianggap apatis.

Siskafi Damayanti, seorang remaja asal Wonosobo, mengaku masih mengikuti berbagai perlombaan yang diadakan di kampungnya hingga sekarang. Mahasiswa Antropologi Sosial Universitas Diponegoro Semarang itu masih rajin mengikuti lomba panjat pinang, joget balon, dan sepak bola.

“Biasanya yang paling menyita perhatian tuh lomba sepak bola antar RT. Apalagi setelah pengumuman pemenang, biasanya ada syukuran seperti makan bersama se-RT,” ungkap Siska, panggilan akrabnya.

Warga bergotong-royong mempercantik lingkungan. (laraspostonline.com)

Selain sebagai ajang hiburan, Siska menambahkan, lomba-lomba itu biasanya juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Tanpa pandang usia, mereka berkumpul, membaur tanpa sekat. 

“Ya, ini bagus. Kita sejenak mengalihkan perhatian dari gawai yang semakin hari rasanya semakin nggak bisa lepas dari genggaman, terus berkumpul sama tetangga,” ujarnya.

Setali tiga uang, Fianda Suci Mulia juga masih "menikmati" keseruan lomba menyambut kemerdekaan. Gadis asal Tangerang itu mengungkapkan, perlombaan dan perayaan Hari Kemerdekaan masih menjadi acara rutin setiap tahunnya. Kendati rumahnya masuk kawasan metropolitan, semangat kebersamaan warga masih terus lestari. 

“Saban 17 Agustus, selalu ada macam-macam lomba di lingkungan rumahku, mulai dari balap karung, pecah air, dan pastinya panjat pinang,” terangnya.

Makan kerupuk jadi salah satu lomba yang "wajib" ada. (pikiran-rakyat.com)

 

Satu kegiatan yang juga nggak lupa dilakukan di lingkungan rumah Fianda adalah gerak jalan bersama. Kemudian, sebagai puncak perayaan, lingkungan Fianda juga biasa mengadakan pentas seni warga dan pembagian hadiah untuk pemenang lomba.

"Di komplek perumahan yang mayoritas warganya individual seperti lingkunganku, hal kayak gitu penting banget dilakukan. Kami jadi punya sarana buat berkumpul dan silaturahmi,” tutur mahasiswa Sastra Indonesia Undip itu.

Lebih dari Lomba-Lomba

Kendati sebagian orang memandang penting perayaan kemerdekaan dengan lomba dan kegiatan lain, ada pula yang memandang perayaan ini nggak mengena. Salah seorang di antaranya adalah Afrilia. Menurutnya, perayaan itu nggak tepat sasaran, karena sifatnya hanya formalitas dan ajang hura-hura saja.

Kecuali sebagai sarana berkumpul dan bercengkerama dengan para tetangga, gadis asal Pati itu memandang perayaan saat ini telah bergeser menjadi sekadar acara seremonial, atau lebih parah untuk kepentingan media sosial saja.

“Dulu terasa banget gotong-royongnya buat menyambut kemerdekaan. Namun, sekarang nggak begitu," terangnya lirih.

Alhasil, saat ini dia memilih menarik diri dan nggak turut serta dalam antusiasme perayaan Hari Kemerdekaan. 

Keseruan warga memeriahkan Hari Kemerdekaan. (pikiran-rakyat.com)

Eits, nggak ikut kegiatan bukan berarti Afrilia kehilangan rasa nasionalisme, lo, Millens. Meski memilih untuk nggak terlibat dalam berbagai lomba dan perayaan kemerdekaan, dia mengaku punya cara sendiri untuk memperingati Hari Kemerdekaan.

“Aku lebih suka ikut upacara yang diadakan di kampus. Rasanya lebih khidmat saja,” tutup Afrilia.

Yeah, tiap orang bebas memaknai kemerdekaan, kan? Bukankah merdeka artinya bebas menentukan pilihannya sendiri, kendati nggak sampai melenceng dari aturan. Nah, kalau kamu biasanya memperingati Hari Kemerdekaan dengan cara apa nih, Millens? (Mayang Istnaini/E03)