Mengenang Perjuangan Para Pahlawan lewat Perlombaan

Selama ini, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu dirayakan secara meriah. Perlu nggak sih dirayakan semacam itu?

Mengenang Perjuangan Para Pahlawan lewat Perlombaan
Mengenal perjuangan para pahlawan lewat perlombaan. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Inibaru.id – Untuk menunjukkan rasa cinta Tanah Air, masyarakat Indonesia biasanya merayakan Hari Kemerdekaan dengan meriah. Mereka menyambut "17-an" dengan berbagai hal seperti menghias kampung dengan atribut merah putih, membuat gapura, dan menggelar pelbagai perlombaan. Kemeriahan lomba dan perayaan itu bahkan sudah terasa sejak awal Agustus.

Para warga biasanya bahu membahu untuk membuat perayaan. Mereka bekerja sama baik dalam hal tenaga maupun finansial. Nggak jarang, masyarakat rela untuk menggelontorkan uang yang nggak sedikit demi menciptakan suasana kemerdekaan semeriah mungkin.

Eits, lebih dari itu, peringatan kemerdekaan nggak sekadar hura-hura, Millens. Lomba dan perayaan kemerdekaan punya makna tersendiri untuk mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekaan.

Seorang dosen Antropologi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Dr. Amirudin menjelaskan, perlombaan dan perayaan Hari Kemerdekaan dikenal sejak 1950-an. Saat itu, para warga mengadakan pelbagai lomba yang menggambarkan semangat perjuangan kemerdekaan.

“Perlombaan dalam Hari Kemerdekaan merupakan sarana komunikasi kebudayaan. Apalagi untuk generasi millenials, mereka perlu tahu kekayaan sejarah dan budaya kita. Ada nilai perjuangan yang dikemas dalam hiburan di sana,” kata Amirudin pada Inibaru.id belum lama ini.

Infografik perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Salah satu lomba yang biasanya digelar adalah panjat pinang. Peserta panjat pinang harus memanjat batang pinang yang telah dilumuri oli atau pelicin untuk mendapatkan hadiah di puncak pinang. Ini menunjukkan para pejuang harus mengahadapi rintangan yang bertubi-tubi untuk mendapatkan kemerdekaan.

Selain panjat pinang, ada juga gobak sodor. Permainan lawas itu mengajarkan kompetisi sehat dan kerja sama tim demi mendapat hadiah.

“Jangan memandang perlombaan dan perayaan itu sebagai hal kuno dan pemborosan. Itu adalah simbol untuk mengingat kembali perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Kita nggak bisa kembali ke masa lalu, yang bisa kita lakukan adalah mengenang melalui simbol-simbol semacam itu,” lanjut Kepala Jurusan Antropologi Sosial di Universitas Diponegoro itu.

Yap, kemerdekaan memang susah didapatkan. Karena itu, setelah mendapat kemerdekaan, masyarakat sangat bersuka cita merayakannya. Kebiasaan merayakan kemerdekaan itu pun berlansung hingga sekarang, Millens.

Kalau di kampungmu, perayaan apa saja sih yang dilakukan untuk menyambut Hari Kemerdekaan? (Mayang Istnaini/E04)