Longsor Terjadi di Tol Ungaran, Arus Kendaraan Menuju Semarang Dialihkan

Longsor Terjadi di Tol Ungaran, Arus Kendaraan Menuju Semarang Dialihkan
Proses pembersihan longsor di Tol Ungaran. (Twitter.com/RadioIdolaSMG)

Tanah longsor terjadi di area Tol Ungaran di KM 428+600. Ketinggian material longsor mencapai longsor 1.5 meter. Akibatnya, untuk sementara waktu lajur menuju Kota Semarang ditutup. Seperti apa kronologinya ya?

Inibaru.id – Hujan deras yang terjadi pada Sabtu (30/5/2020) malam hingga Minggu (31/5) dini hari di area Tol Ungaran menyebabkan tanah longsor terjadi. Peristiwa ini terjadi di KM 428+600, tepatnya di lajur Ungaran-Semarang. Kejadian itu membuat badan jalan jadi tertutup material longsor. Pengendara dari Bawen menuju Kota Semarang pun diminta untuk keluar di exit tol Ungaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan, peristiwa yang terjadi di Desa Susukan, Kabupaten Semarang tersebut langsung membuat badan jalan tertutup.

Aparat kepolisian membantu proses pembersihan material longsor di Tol Ungaran. (Twitter.com/PolresSemarang)
Aparat kepolisian membantu proses pembersihan material longsor di Tol Ungaran. (Twitter.com/PolresSemarang)

Berbagai pihak diterjunkan untuk melakukan penanganan baik itu dengan pengerukan material hingga pembersihan. Akibatnya, sejak Minggu pagi, kendaraan yang berasal dari Bawen ke arah Semarang dialihkan ke jalur lainnya.

"Sudah hampir selesai, tinggal penyemprotan pembersihan," kata Heru pada Minggu (31/5).

Longsor terjadi sekitar pukul 23.00 WIB saat hujan deras turun. Tanah yang luruh pun langsung menutup lajur B sepanjang 30 meter. Material longsor yang menutupi jalan tol sepanjang 30 meter, dengan lebar 10 meter, dan tinggi 1,5 meter. Insiden tersebut terjadi nggak jauh dari Rest Area KM 429.

Proses pembersihan material longsor di Tol Ungaran. (Twitter.com/PolresSemarang)
Proses pembersihan material longsor di Tol Ungaran. (Twitter.com/PolresSemarang)

Sementara itu, pihak Trans Marga Jateng juga melakukan pengecekan kondisi tanah di sekitar lokasi untuk berjaga-jaga jika longsor terjadi lagi. Direktur Utama Trans Marga Jateng David Wijayanto sampai meminta pendapat dari konsultan ahli untuk mengetahui keadaan tanah di lokasi tersebut.

"Nanti kita akan cek lagi dengan konsultan untuk cek kondisi tanah di atas apakah dilakukan penanganan, khawatir kejadian merembet ke tempat lain," ucap David.

Dia menambahkan, saat ini jalur yang terkena longsor tersebut sudah dibuka tapi hanya satu jalur saja. Ini dikarenakan satu lajur sebelah kiri digunakan untuk manuver alat-alat berat serta kendaraan untuk membersihkan material longsor.

Bagi kamu yang hendak melewati jalur ini, sebaiknya mulai mempertimbangkan jalur alternatif lain agar nggak kejebak macet ya, Millens! (Det/MG26/E07)