Lobang Pertama Jadi Ungkapan Kegelisahan Adin Hysteria

Lobang Pertama Jadi Ungkapan Kegelisahan Adin Hysteria
Voaklis FSTLST didapuk menjadi pembedah antologi puisi Adin. (Inibaru.id/ Audrian F)

Adin Hysteria meluncurkan kumpulan puisinya yang berjudul Lobang Pertama. Menariknya, kalau biasanya pembedah buku puisi berasal dari kalangan penyair atau akademisi namun kali ini adalah musikus.

Inibaru.id - Menggerakkan laboratorium komunitas Grobak Hysteria di Kota Semarang tampaknya nggak cukup bagi Ahmad Khaerudin. Pria yang akrab disapa Adin Hysteria tersebut juga meluncurkan antologi puisi. Judulnya Lobang Pertama.

Acara pelucuran buku yang bertajuk “Art Maintain Broken Soul” tersebut dilaksanakan di Converso Coffee&Eatery, Jalan Durian, Tembalang, Kota Semarang pada Jumat (20/12) malam.

Kalau biasanya pembedah puisi dari kalangan penyair atau akademisi, kali ini dilakukan oleh musikus. Nggak main-main, musikus tersebut adalah Farid Stevy yang merupakan vokalis band ternama dari Yogyakarta yakni FSTVLST.

“Selama 3 tahun saya banyak berkeliling kota. Selama itu saya banyak membicarakan visi dan misi, cara membentuk komunitas, ilmu sosial, pokoknya yang berhubungan dengan rasionalitas. Padahal menurut saya itu fake. Ada sisi ruang kecil dan sunyi di diri saya yang kadangkala memberontak ingin keluar. Dan itulah kenapa saya menerbitkan buku ini,” ucap Adin.

Penjualan buku dan merchandise buku Lobang Pertama. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Penjualan buku dan merchandise buku Lobang Pertama. (Inibaru.id/ Audrian F)

Buku Lobang Pertama ini merupakan kumpulan puisi Adin sejak dari 2005 hingga 2016 ini. Pilihan judul “Lobang Pertama” pun sebetulnya merupakan representasi dari berbagai tema puisi-puisi yang terhimpun di dalamnya.

“Sebetulnya itu semua juga berasal dari kumpulan pertanyaan gelisah seperti tentang diri kita, apa yang membuat kita bergerak, apa yang membuat kita merasa tidak sempurna. Saya mengelaborasi pertanyaan-pertanyaan tadi menjadi berbagai puisi saya,” ujar Adin.

Sementara itu, Farid Stevy juga berkomentar banyak tentang buku Lobang Pertama. Namun dari sebagian besar penilaiannya dia menyoroti bagian yang menarik.

“Saya belum banyak baca semua puisi Adin. Sebagian di halaman-halaman awal dan halaman akhir. Ada kata yang sering digunakan yakni 'kehilangan',” sebut Farid. “Saya rasa sebagaimana yang diceritakan Adin tadi, dia banyak mengalami kehilangan. Memang momentum dalam kehidupan adalah saat kita kehilangan,” tambahnya.

Penampilan sejumlah musikus turut meramaikan acara. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Penampilan sejumlah musikus turut meramaikan acara. (Inibaru.id/ Audrian F)

Acara tersebut nggak hanya berhenti pada peluncuran buku, lo. Ada juga pertunjukan musik yang makin memeriahkan acara seperti, Ok Karaoke, Stonen 29 Karaoke Club, Cah 2 BM, dan Solasidos.

Wah meriah juga ya, Millens. Kalau kamu mau membeli bukunya bisa langsung pesan di akun Instagram @lobangpertama. Harganya cuma Rp 75 ribu kok. (Audrian F/E05)