Loan Agreement Geo Dipa dengan ADB Mulus, Proyek PLTP Dieng-2 dan Patuha-2 Jalan Terus

Loan Agreement Geo Dipa dengan ADB Mulus, Proyek PLTP Dieng-2 dan Patuha-2 Jalan Terus
Ilustrasi: Pembangkit listrik tenaga panas bumi. (Ebtke.esdm)

Melalui webinar yang diselenggarakan Medcom.id, GeoDipa memastikan proyek PLTP Dieng-2 dan Patuha-2 terus berjalan setelah loan agreement dengan Asian Development Bank ditandatangani. Proyek tersebut juga mendapat dukungan langsung PT PII dan Kemenkeu.

Inibaru.id – Upaya mengurangi emisi karbon terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui pengembangan pembangkit listrik energi panas bumi (PLTP). Terbaru, PT Geo Dipa Energi (GeoDipa) mengembangkan proyek PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha Unit 2.

Melalui webinar yang digelar di Youtube Medcom.id, Rabu (19/8/2020), GeoDipa melakukan penandatanganan perjanjian dengan Asian Development Bank (ADB) untuk kedua proyek yang masing-masing berkapasitas 55 MW tersebut.

Dirut GeoDipa Riki Firmandha Ibrahim mengatakan, proyek PLTP Dieng Unit 2 dan Patuha Unit 2 merupakan investasi berkelanjutan yang sangat strategis.

“Produksi energi bersih akan meningkat dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil demi keberlanjutan dan keamanan energi nasional,” tuturnya dalam webinar yang dimulai pukul 09.00 WIB ini.

Upaya yang digadang mampu mendukung pencapaian target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) ini mendapat dukungan penuh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Dalam webinar tersebut, sejumlah penandatanganan proyek dilakukan, antara lain penandatanganan perjanjian pinjaman (loan agreement) GeoDipa-ADB, penandatanganan perjanjian penjaminan Kemenkeu-ADB, dan penandatanganan perjanjian pelaksanaan penjaminan PT PII-GeoDipa.

Pembangkit listrik dengan memanfaatkan energi panas bumi dipercaya mengurangi emisi karbon. (Validnews) 
Pembangkit listrik dengan memanfaatkan energi panas bumi dipercaya mengurangi emisi karbon. (Validnews) 

Perlu kamu tahu, PLTP Dieng-2 dan PLTP Patuha-2 adalah proyek dengan pembiayaan dari ADB dan Clean Technology Fund (CTF) kepada GeoDipa. Proyek dengan nilai kebutuhan investasi sebesar 469,2 juta dolar AS ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019-2028.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR) Kemenkeu Luky Alfirman yang dalam sambutannya diwakili Dirjen Pengelolan Risiko mengungkapkan, pemerintah tetap konsisten untuk melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk PLTP guna memenuhi kebutuhan dasar, yaitu listrik.

Sementara, Dirut PII M Wahid Sutopo mengatakan, penjaminan yang dimandatkan Kemenkeu ini  merupakan upaya penyediaan listrik yang aman dan ramah lingkungan, serta meningkatkan perekonomian yang berdampak langsung kepada masyarakat.

PLTP Patuha. (Geodipa)
PLTP Patuha. (Geodipa)

GeoDipa dan PII sejauh ini dikenal sebagai Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kemenkeu. Keduanya dikenal turut andil dalam meningkatkan pembangkit listrik energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

Semoga proyek PLTP Dieng-2 dan Patuha-2 berjalan lancar dan mampu memenuhi kebutuhan listrik yang sangat mendesak di Tanah Air. Selain itu, semoga proyek ini juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar Dieng (Jawa Tengah) dan Patuha (Jawa Barat). (IB04/E03)