Ketika "Gamer" Bertemu "Gamer"

Ketika
Ilustrasi grup gim tempat berbagi informasi dan strategi tentang gim. (Inibaru.id/Faidah Umu)

Saking banyaknya pemain gim daring, banyak di antara mereka yang kemudian membuat suatu komunitas. Apa saja sih yang dibahas dalam komunitas itu?

Inibaru.id – Seiring dengan berkembangnya gim daring, banyak orang yang semakin maniak bermain gim. Mereka yang memiliki ketertarikan yang sama akhirnya membentuk suatu komunitas untuk berkomunikasi tentang gim yang sedang dimainkan.

Hal itulah yang dilakukan Prima Nur Ramadan (22). Prima bergabung ke dalam dua komunitas gim daring yakni Komunitas Perfect World Indonesia Ngapak Zone dan Komunitas FirstroW. Menambah teman dan meningkatkan kemampuan bermain gim adalah alasannya untuk masuk ke dua komunitas itu.

Yap, dengan bergabung ke komunitas gim, Prima bisa meningkatkan kemampuan bermain gim karena para member biasanya saling bertukar strategi bermain gim. Seperti yang dilakukan komunitas lain, para member komunitas gim juga sering kopi darat (kopdar).

“Kalau yang deket biasanya kumpul-kumpul sambil cerita-cerita gim. Kalau di Komunitas FirstroW biasanya gathering di Jakarta setahun sekali,” terang Prima.

Kendati lebih sering berkomunikasi di dunia maya, Prima mengaku sangat dekat dengan para member di komunitasnya.

“Kalau sama mereka sudah seperti keluarga sendiri walaupun ada beberapa member yang belum pernah bertemu di dunia nyata,” tutur gamer asal Purbalingga ini.

Selain Prima, ada juga Muh Muzaki (20) yang bergabung dalam komunitas gamers karena merasa memiliki ketertarikan yang sama. Laki-laki yang akrab disapa Zaki ini mengikuti grup gamer COC dan grup Clash Royale (Klan) dengan tujuan agar bisa berbagi pengalaman strategi untuk memenangkan permainan dan saling berbagi item ke sesama member.

“Di grup itu biasanya buat sharing-sharing soal gim. Misal COC nih, sharing tentang base atau tata benteng yang baik buat bertahan sama menyusun pasukan buat menyerang. Kalau di Clash Royale lebih ke tukar-tukaran item sih. Semisal aku butuh item A, tinggal bilang saja ke grup, entar juga dikasih,” katanya.

Berbeda dengan Prima yang menganggap anggota komunitasnya sebagai keluarga. Zaki nggak memiliki ikatan yang terlalu kuat di dalam komunitas gamer yang diikutinya. Bagi Zaki, komunitas dimanfaatkan untuk mencari strategi dalam bermain gim.

“Kalau aku nyari manfaatnya sih. Dengan ikut komunitas jadi tahu beberapa strategi dan model permainan dari pemain yang berbeda. Tapi setelah tahu manfaatnya leave group deh, terus cari grup yang lain buat nyari strategi lain lagi,” ujar Zaki.

Ya, pada dasarnya manusia memang makhluk sosial ya, Millens. Jadi, para gamer pun butuh berbagi informasi seputar gim dengan sesama gamer. Syukur syukur mereka bisa bertukar strategi agar bisa naik level. Hm, menarik juga nih. (Faidah Umu/E04)