Hindari Eksploitasi Komodo, Peta Zonasi Wisata Segera Dirilis

Taman Nasional Komodo (TNK) akan rilis zonasi kawasan wisata komodo untuk mencegah terulangnya aktivitas mengganggu komodo.

Hindari Eksploitasi Komodo, Peta Zonasi Wisata Segera Dirilis
Satwa Purba Komodo. (Timetravelturtle.com)

Inibaru.id – Setelah beredar sebuah video amatir pemandu wisata setempat yang mengajak wisatawan bermain-main dengan satwa komodo dan mendapat kecaman dari Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur (NTT), Abed Frans, Taman Nasional (TN) Komodo di Flores akan segera merilis zonasi kawasan wisata komodo.

“Minggu depan akan kami rilis peta zonasi tersebut,” kata Budi Kurniawan, Kepala Balai TN Komodo, di Kupang, seperti ditulis Tempo.co, Kamis (12/4/2018).

Dalam video itu, pemandu wisata atau ranger yang membawa turis menggunakan dua speed boat. Mereka "bermain-main" dengan sejumlah komodo di pantai Nusa Kode dan selatan Pulau Rinca. Mereka menggunakan sebuah tongkat untuk menggoda komodo supaya berenang mendekat.

Banyak pihak, termasuk ahli hewan, menilai aksi tersebut sangat berbahaya, karena bisa memancing agresivitas dan mengganggu kenyaman komodo. Selain itu, lokasi pemandu wisata ini juga berada di Zona Inti TN Komodo yang merupakan tempat tertutup untuk publik.

Aturan zonasi wisata ini akan dikeluarkan dengan tujuan untuk mencegah terulangnya aktivitas pemandu wisata yang mengganggu komodo di area itu. Aturan itu perlu dikeluarkan agar para komodo di area itu tetap terlindungi dan nggak menjadi stres karena diganggu.

Seperti kita tahu, komodo merupakan satwa purba paling dilindungi keberadaannya karena hampir punah. Stres tentu saja akan mempengaruhi keberlangsungan hidup habitat komodo itu juga. 

Dilansir dari Wikipedia.org, TN Komodo sebelumnya telah memiliki zonasi untuk melindungi keberadaan komodo. Zonasi tersebut antara lain:

Zona Inti 

Zona ini memiliki luas 34.311 hektare dan merupakan zona yang mutlak dilindungi. Nggak boleh ada perubahan apapun yang disebabkan oleh aktivitas manusia di zona ini kecuali berhubungan dengan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan penelitian.

Zona Rimba

Serupa Zona Inti, zona seluas 66.921,08 hektare ini juga nggak boleh terpapar aktivitas manusia, kecuali untuk kegiatan wisata alam terbatas.

Zona Perlindungan Bahari

Zona seluas 36.308 hektare ini adalah daerah yang terbentang 500 meter dari garis pantai sampai garis isodepth 20 meter sekeliling bats karang dan pulau, kecuali pada zona pemanfaatan tradisional bahari. Kecuali kegiatan wisata alam terbatas, siapapun dilarang mengambil hasil laut di wilayah ini.

Zona Pemanfaatan Wisata Daratan

Zona ini memiliki luas 824 hektare dan diperuntukkan secara intensif hanya bagi wisata alam daratan.

Zona Pemanfatan Wisata Bahari

Zona seluas 1.584 hektare ini diperuntukkan secara intensif bagi wisata alam perairan.

Zona Pemanfaatan Tradisional Daratan

Dengan luas 879 hektare, zona ini dapat dimanfaatkan untuk mengakomodasi kebutuhan dasar penduduk asli dalam kawasan dengan izin hak khusus pemanfaatan oleh Kepala Balai TN Komodo.

Zona Pemanfaatan Tradisional Bahari

Zona seluas 17.308 hektare ini dapat dimanfaatkan untuk mengakomodasi kebutuhan dasar penduduk asli dalam kawasan dengan izin hak khusus pemanfaatan oleh Kepala Balai TN Komodo. Hasil laut di sini dapat dimanfaatkan asal alatnya ramah lingkungan.

Zona Khusus Permukiman

Dengan luas 298 hektare, zona ini bisa digunakan untuk bermukim bagi penduduk asli dengan peraturan tertentu dari kepala Balai TN Komodo bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

Zona Khusus Pelagis

Dengan luas 59.601 hektare. Masyarakat bisa melakukan aktivitas penangkapan ikan dan pengambilan hasil laut lainnya, yang tidak dilindungi, dengan alat yang ramah lingkungan (pancing, bagan, huhate, dan payang), serta kegiatan wisata atau rekreasi. (IB07/E03)