Lima Mitos Nggak Benar Terkait Cara Membersihkan Bahan Makanan

Lima Mitos Nggak Benar Terkait Cara Membersihkan Bahan Makanan
Mitos yang salah mengenai buah dan sayur saat pandemi corona. (Hellosehat)

Sebelum diolah dan dikonsumsi, bahan makanan harus dibersihkan terlebih dahulu. Sayangnya, ada banyak mitos nggak benar terkait cara membersihkan bahan makanan. Apa sajakah mitos tersebut?

Inibaru.id – Virus corona (covid-19) yang masih menjadi kekhawatiran dunia membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam urusan makanan. Salah satunya adalah dalam hal membersihkannya setelah dibeli. Masalahnya adalah jika kita nggak membersihkannya, bisa jadi makanan-makanan ini sudah terpapar bibit penyakit seperti virus.

Sayangnya, ada banyak sekali mitos tentang cara membersihkan bahan makanan. Bukannya aman untuk dilakukan, bisa jadi akan menyebabkan masalah kesehatan.

Berikut adalah beberapa mitos nggak benar tentang cara membersihkan bahan makanan sebelum diolah.

Mendiamkan Bahan Makanan di Luar Rumah Sebelum Dibawa Masuk

Segera bawa masuk bahan makanan. (iStockphoto)<br>
Segera bawa masuk bahan makanan. (iStockphoto)

Setelah membeli bahan makanan, segeralah bawa masuk. Nggak ada alasan meninggalkan barang belanjaan di luar rumah.

Cara yang benar jika ingin membersihkannya adalah dengan menyemprot permukaan pembungkus atau tas belanja dengan menggunakan semprotan alkohol atau disinfektan. Kalau kamu membeli makanan beku, segeralah simpan di lemari es setelah dibersihkan.

Mencuci Sayur dan Buah Pakai Sabun

Jangan cuci buah pakai sabun. (Theshonet)<br>
Jangan cuci buah pakai sabun. (Theshonet)

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) nggak menganjurkan mencuci buah dan sayur menggunakan sabun, deterjen, maupun produk pencuci lainnya. Produk pencuci ini ternyata mengandung senyawa kimia yang bisa diserap oleh buah dan sayuran meskipun kamu telah membilasnya dengan bersih. FDA lebih merekomendasikan kamu untuk mencucinya dengan air dingin dan mengalir.

Melakukan Disinfeksi Terhadap Bahan Makanan yang Baru Dibeli

Kemasan bisa langsung kamu buang setelah membeli jika takut terkena virus. (Shutterstock)<br>
Kemasan bisa langsung kamu buang setelah membeli jika takut terkena virus. (Shutterstock)

Penelitian memang membuktikan bahwa virus corona dapat bertahan hingga tiga hari pada permukaan plastik dan stainless steel. Virus ini juga bisa bertahan selama 24 di permukaan kardus. Kamu mungkin khawatir dengan hal ini sehingga menyemprot bahan makanan dengan disinfektan. Hanya, hal ini ternyata nggak perlu untuk dilakukan.

Sebaiknya kita segera membuang bungkus makanan tersebut ke tempat sampah dan kemudian mencuci tangan dengan sabun sebelum menyimpan atau mengolah bahan makanan.

Nggak Makan Daging untuk Menghindari Penularan Covid-19

Makan daging dianjurkan asal diolah dengan benar. (Phinemo)<br>
Makan daging dianjurkan asal diolah dengan benar. (Phinemo)

Daging memang menjadi tempat virus melakukan mutasi. Di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, ada yang bahkan sengaja nggak makan daging agar nggak tertular.

Masalahnya adalah nggak makan daging belum tentu baik bagi kesehatan. Jika kita nggak memenuhi asupan gizi dengan cukup, akan membuat sistem imun menurun dan akhirnya membuat kita lebih rentan terpapar virus corona.

Sinar UV Digunakan untuk Membunuh Virus Corona

Jangan gunakan sinar UV pada makanan dengan tingkat tertentu. (Medicalxpress)<br>
Jangan gunakan sinar UV pada makanan dengan tingkat tertentu. (Medicalxpress)

Virus covid-19 nggak bisa dibunuh menggunakan paparan sinar UV biasa. Memang, dalam kadar tertentu, sinar UV ekstrem bisa membunuh virus ini, namun hal ini sebenarnya nggak benar-benar efektif untuk membunuh virus corona.

Pastikan untuk cermat dalam membersihkan bahan makanan sebelum mengolahnya, ya Millens. (Det/MG26/E07)