24 Tahun Geluti Bulu Tangkis, Liliyana Natsir Putuskan Gantung Raket

24 Tahun Geluti Bulu Tangkis, Liliyana Natsir Putuskan Gantung Raket
Liliyana Natsir gantung raket. (Humas PBSI)

Liliyana Natsir resmi pensiun dari pebulutangkisan. Perempuan yang akrab disapa Butet itu mengaku nggak pernah menyesal menjadi seorang atlet selama 24 tahun.

Inibaru.id – Pebulu tangkis senior Indonesia Liliyana Natsir resmi gantung raket. Hal itu diungkapkannya dalam acara bertajuk “Liliyana Natsir’s Farewell Event” yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Acara tersebut diadakan sebelum laga final Indonesia Masters 2019.

"Hari ini, saya menyatakan pensiun sebagai atlet profesional bulu tangkis. Saya nggak pernah menyesal jadi atlet bulu tangkis. Dunia inilah yang membesarkan nama saya. Dunia ini yang bisa membuat saya memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” kata Liliyana seperti ditulis Kompas.com, Minggu (27/1).

Perempuan yang akrab disapa Butet itu sempat menangis saat berpamitan. Ini wajar mengingat Butet sudah menggeluti dunia bulu tangkis selama 24 tahun. Kendati begitu, Liliyana mengaku nggak menyesal memilih bulu tangkis sebagai jalan hidupnya.

"Hari ini menjadi hari yang sangat berat buat saya. Sepanjang karier saya, ada suka, ada duka, ada tangis, dan ada juga tawa," ujar Butet.

Sepanjang kariernya, Liliyana sempat dibongkar pasang dengan sejumlah pemain. Dia pernah dipasangkan dengan Vita Marissa sebagai ganda putri. Liliyana kemudian dipasang dengan Nova Widianto yang sekarang menjadi pelatihnya. Terakhir, perempuan asal Manado itu berpasangan dengan Tontowi Ahmad.

Banyak prestasi yang ditorehkan Liliyana dalam dunia bulu tangkis. Bersama Nova Widianto, Liliyana meraih medali perak di Olimpiade 2008 yang berlangsung di Beijing, Tiongkok. Delapan tahun setelahnya, Butet merebut medali emas pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil saat berduet dengan Tontowi Ahmad.

Selain medali olimpiade, Liliyana juga kenyang dengan titel Juara Dunia selama empat kali di sektor ganda campuran. Gelar ini diraihnya dengan dua pasangan yang berbeda, yakni Nova dan Tontowi. Bersama Nova, gelar juara dunia diraihnya dua kali pada 2005 dan 2007, sedangkan dengan Tontowi atu Owi gelar didapat pada 2013 dan 2017.

Owi/Butet juga menjuarai All England selama tiga kali berturut-turut. Owi/Butet pun jadi satu-satunya pasangan ganda campuran yang meraih gelar tersebut.

Di hari terakhirnya, Owi/Butet bahkan masih mempersembahkan medali perak usai dikalahkan pasangan Tiongkok Zhang Siwei/Huang Yaqiong pada final Indonesia Masters 2019.

Thank you, Butet. Selamat beristirahat dan membangun mimpi yang lain. (IB07/E04)