Lewat Mural Bank BI Ajak Masyarakat Gunakan QRIS

Lewat Mural Bank BI Ajak Masyarakat Gunakan QRIS
Lomba Mural QRIS (Quick Response Code Indonesia Standart) di belakang Gedung BI Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Audrian F)

Bank Indonesia menutup Pekan QRIS Nasional (PQN) 2020 dengan mengadakan lomba mural. Setelah lomba, BI berharap tempat ini dapat menjadi tempat wisata untuk mendukung sosialisasi QRIS kepada masyarakat.

Inibaru.id - Menggerakkan masyarakat untuk melakukan sesuatu mungkin nggak cuma lewat komunikasi secara lisan, namun bisa juga dengan gambar atau tulisan. Hal itulah yang dilakukan oleh Bank Indonesia Jawa Tengah. Dalam rangka memeriahkan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2020, Bank Indonesia (BI) mengadakan lomba lukis mural bertajuk, “Yoh, Mbayare Nganggo Qris”.

Perlombaan tersebut dilaksanakan di belakang gedung BI yang berada di Jalan Imam Bardjo, Kota Semarang pada Sabtu (14/3). Sebagai media lomba, digunakanlah tembok sepanjang 180 meter. Sebanyak 68 peserta dari berbagai kota seperti Solo, Yogyakarta, Bondowoso, Bandung, dan Jakarta memperebutkan hadiah sebesar Rp 15 juta.

Salah seorang seniman mural. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Salah seorang seniman mural. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Soekowardojo mengatakan, selain menjadi sarana sosialisasi QRIS pada masyarakat, lomba mural juga bisa menjadi rujukan wisata sekaligus memperindah Kota Semarang.

“Semoga nggak hanya sekadar ajang perlombaan saja,” ucapnya.

Nantinya masyarakat boleh berkunjung ke sini untuk sekadar foto. Dia berharap, kunjungan dan foto-foto yang tersebar akan menjadi sosialisasi secara nggak langsung mengenai QRIS.

Selain estetika, pesan yang disampaikan juga jadi poin penting dalam penilaian perlombaan mural. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Selain estetika, pesan yang disampaikan juga jadi poin penting dalam penilaian perlombaan mural. (Inibaru.id/ Audrian F)

Rudy Murdock selaku juri lomba mural ini membeberkan kalau kriteria pemenang harus memiliki banyak komponen mendukung. Pesan yang disampaikan dan komposisi gambarnya juga harus kuat.

“Meskipun ini kesannya iklan. Tapi juga harus punya nilai seni yang tinggi. Pesertanya pun sudah kami seleksi,” ungkap Rudy.

Rudy juga menambahkan sebelum lomba, peserta diberi pengetahuan mengenai QRIS terlebih dahulu.

BI berharap bekas tempat lomba ini bisa jadi tempat wisata. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
BI berharap bekas tempat lomba ini bisa jadi tempat wisata. (Inibaru.id/ Audrian F)

FYI, pada 1 Januari 2020 lalu Bank Indonesia telah resmi memberlakukan QRIS sebagai alternatif alat pembayaran. Dengan QRIS, kamu nggak perlu lagi mengunduh aplikasi pembayaran tertentu karena semua sudah distandarkan. Melalui QRIS, BI berupaya mendorong digitalisasi ekonomi Indonesia.

Sejak diluncurkan, respon pemilik bisnis sangat baik. Tercatat sampai Februari 2020, sebanyak 228.466 tempat usaha di Jawa Tengah sudah menggunakannya, sementara di Semarang saja mencapai 55.954 tempat usaha.

Kamu sudah pernah pakai QRIS belum, Millens? (Audrian F/E05)