Lestari Moerdijat Tekankan Mahasiswa Berjiwa Altrosentris Jika Ingin Pimpin Bangsa

Lestari Moerdijat Tekankan Mahasiswa Berjiwa Altrosentris Jika Ingin Pimpin Bangsa
Lestari Moerdijat menyampaikan materi kuliah dengan bahasa kekinian dan interaktif. (Inibaru.id/ Pranoto)

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memberi kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Islam Nahdatul Ulama (Unisnu) Jepara, Sabtu (7/12). Materi utama yang disampaikan adalah tentang Konsensus Dasar Bangsa, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Inibaru.id - Meski mengetengahkan tema kebangsaan, kuliah umum di kampus Universitas Islam Nahdatul Ulama (Unisnu) kali ini nggak terasa membosankan. Lantaran, materi disampaikan secara komunikatif. Bahkan, Lestari Moerdijat, pemateri kuliah umum nggak segan turun dari mimbar podium dan menghampiri mahasiswa, memberi pertanyaan serta memberi hadiah buku. 

Dalam paparannya, dia menggunakan bahasa kekinian agar para mahasiswa mudah mencerna paparan tentang dasar-dasar negara. Dalam slide presentasinya, dia menyelipkan video tape (VT) yang menyajikan berbagai lagu nasional atau yell-yell, yang dibawakan oleh artis kondang Syahrul Gunawan atau Nafa Urbach. Hal itu, dia lakukan sebagai jembatan untuk masuk dalam materi inti. Mengawali kuliah, Lestari mengingatkan Mahasiswa Unisnu untuk mengedepankan sikap altruis. Sikap ini mengesampingkan ego pribadi dan lebih mementingkan khalayak umum. Menurutnya, bibit calon masa depan adalah mereka yang memiliki jiwa ini. Berjiwa Altrosentris.

"Pemimpun juga harus qualified, artinya dia tahu betul kapasitas diri sendiri. Kalau dia yakin bisa ya dia tahu, kalau dia tidak bisa ya dia tahu. Artinya seorang pemimpin jangan sampai sok tahu. Pemimpin haruslah mereka yang tidak mementingkan ego tapi lebih mementingkan ekosistem," tuturnya. Dia menyebut, mahasiswa sebagai agen perubahan juga berperan penting untuk dapat mempersatukan negara. Karena, generasi muda yang saat ini berusia 18 sampai 19 tahun, dalam kurun 20 tahun kedepan niscaya akan menjadi pemimpin bangsa. "Sepuluh sampai dua puluh tahun lagi, kalian-kalian ini yang akan menjadi pemimpin. Dan tahun 2045 diramalkan akan menjadi tahun keemasan bagi Indonesia. Siapkah kalian mempertahankan dan menjadi pemimpin masa depan?," tanya Lestari kepada ratusan mahasiswa yang berada di Aula Perpustakaan Unisnu Lantai 3, yang disambut dengan teriakan "siap!"

Menurutnya, hanya dengan memahami empat dasar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika generasi masa kini bisa sampai menuju Indonesia Maju. Dengan dasar itulah, kawula muda bisa menjadi generasi emas 2045. Karenanya, Wakil Ketua MPR RI ini mengajak mahasiswa Unisnu menjadi agen guna menyosialisasikan empat pilar tersebut. "Unisnu sebagai universitas utama (satu-satunya) di Jepara memiliki generasi muda yang berpotensi dan sudah bersepakat untuk menjaga NKRI. Nah kami ingin, nantinya ada 100 mahasiswa dari sini yang mau ikut jadi kader-kader untuk menyosialisasikan empat pilar kepada masyarakat. Tahun depan, dalam waktu tak lama, kami akan adakan workshop bersama Yayasan Dharma Bakti Lestari, kami sedang persiapkan modulnya," terang Rerie, panggilan akrab Lestari Moerdijat. 

Ida Nur Faizah, seorang peserta kuliah umum ini menyebut kegiatan ini cukup seru. Sebelum mengikuti kegiatan, dipikirnya, acara akan dipenuhi dengan ceramah-ceramah."Tadi seru sih kegiatannya, enjoy, mengalir pembawaannya juga asyik. Tadi yang saya paling pahami adalah bagian Bhinneka Tunggal Ika, di sana kita sebagai bangsa yang berasal dari beragam suku, tapi menyatu jadi bangsa Indonesia," kata mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Unisnu itu.

 Sementara itu, Rektor Unisnu Sa'adullah Assa'idi mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kedatangan Lestari Moerdijat. Dia berkomitmen, sebagai lembaga di bawah Nahdatul Ulama, siap menjaga dan menyosialisasikan empat dasar negara."Karena kami di PBNU berasal dari singkatan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945. Kami siap menjaganya. Dan alhamdulillah pemimpin kami KH Ma'ruf Amien kini sudah menjadi seorang wakil presiden," pungkas Sa'adullah.

Hm, semoga makin banyak kader yang ikut menyosialisasikan empat pilar ini ya, Millens. Biar bangsa Indonesia selalu bersatu dan maju. (Pranoto/E05)