Lestari Moerdijat: Penelitian Prof. Ricklefs Kunci Penting Kajian Ratu Kalinyamat

Lestari Moerdijat: Penelitian Prof. Ricklefs Kunci Penting Kajian Ratu Kalinyamat
Ketua Dewan Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL) Lestari Moerdijat. (Dok. Sahabat Lestari)

Ketua Dewan Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL) Lestari Moerdijat menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya sejarawan Merle Calvin Ricklefs. Bagi yayasan yang bergerak di bidang sosial ini, sosok Ricklefs berjasa besar dalam memperkuat kajian terhadap Ratu Kalinyamat, pemimpin perempuan dari Jepara.

Inibaru.id - Sejarawan Merle Calvin Ricklefs menghembuskan napas terakhir pada Minggu (29/12) di Australia dalam usia 76 tahun. Seperti diketahui, Lestari melalui YDBL setahun terakhir getol melakukan kajian terhadap sosok Kalinyamat. Tujuannya, agar ratu dengan julukan Rainha de Jepara itu, bisa memeroleh gelar pahlawan nasional.

Usaha itu pada mulanya terhadang aral besar, lantaran minimnya literatur tentang sosok tersebut. Beruntunglah, di buku Ricklefs yang berjudul The History of Modern Indonesia Since 1200, ada satu tulisan yang menyinggung tentang Ratu Kalinyamat.

"Pernyataan Prof Ricklefs dalam bukunya, merupakan kunci penting yang menjadi rujukan yang bagi tim ahli dan dapat diajukan sebagai argumen kuat bahwa pengaruh Ratu Kalinyamat sebagai penguasa Jepara pada pertengahan abad ke 16 nyata," ujar Lestari, pada rilis yang diterima Inibaru.id, (30/12).

Lestari menyebut, dedikasi dan kualitas Ricklefs pada penelitian kesejarahan Indonesia nggak perlu diragukan lagi. Tokoh ini bahkan sempat menerima Centenary Medal dari pemerintah Australia berkat pelayanannya kepada masyarakat dan kalangan humaniora di negeri Kangguru tersebut dalam studi mengenai Indonesia.

Selain itu, dia juga pernah mendapatkan anugerah kebudayaan pada 2016, kategori perorangan asing, dari Republik Indonesia. FYI, Ricklefs menguasai kesejarahan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam, yang tumbuh di Indonesia, sampai kedatangan pengaruh bangsa asing.

"Bahkan tim ahli kami sudah berencana secara khusus mengundang Prof. M.C. Ricklefs pada seminar nasional Ratu Kalinyamat tahun depan. Karena pandangannya akan Kalinyamat penting. Namun gagasan itu pupus," lanjut Lestari.

Akan tetapi, Lestari mengakui hal itu nggak menyurutkan langkah untuk mengawal gagasan dan ide awal YDBL tentang Ratu Kalinyamat.

"Selamat jalan Prof. M.C. Ricklefs doa kami menyertaimu. Dengan mengutip bukumu, izinkan kami (YDBL), bersama komponen masyarakat Jepara akan terus berjuang, mengabarkan kebesaran dan kepemimpinan Ratu Kalinyamat, perempuan dengan pemikiran yang melampaui jamannya," tutup Lestari. 

Duh, semoga apa yang dicita-citakan YDBL bisa terwujud ya, Millens. (Pranoto/E05)