Lestari Moerdijat Dorong Guru di Jepara Jadi Duta Kalinyamat

Lestari Moerdijat Dorong Guru di Jepara Jadi Duta Kalinyamat
Lestari Moerdijat (dua dari kanan) saat memberikan materi di Gedung Shima, Kompleks Pendopo Kabupaten Jepara, Sabtu (28/12). (Inibaru/ Pranoto).

Bagi warga Jepara, Ratu Kalinyamat merupakan sosok penting. Melalui Yayasan Dharma Bakti Lestari, Lestari Moedijat ingin para guru menyebarkan pengetahuan tentang heroisme sang Ratu. Lebih lanjut, perempuan yang juga Wakil Ketua MPR RI ini berencana mengajukan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

Inibaru.id - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, ingin guru-guru di Jepara jadi Duta Ratu Kalinyamat. Dia ingin agar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa itu menyebarkan pengetahuan tentang heroisme dan visi Poros Maritim Kalinyamat.
 
Hal itu mengemuka, saat Lestari menjadi pembicara di seminar guru-guru IPS dan Sejarah, di Gedung Ratu Shima, Sabtu, (28/12). 
 
Menurutnya, peran guru penting untuk menyebarkan informasi terkait kesejarahan Ratu Kalinyamat yang pernah memerintah Jepara pada tahun 1549 itu. Di bawah kepemimpinannya, dia terkenal sebagai ratu yang kaya raya dan memiliki armada laut yang tangguh. 
 
"Guru penting peranannya sebagai tiang terdepan berhadapan dengan generasi bangsa. Mereka memiliki kesempatan dan bisa menjadi medium menjelaskan kerajaan yang waktu itu ada di Jepara dan dipimpin oleh perempuan (Kalinyamat). Ia saat itu sudah memiliki tentang poros maritim, jauh sebelum saat ini," ujar Mbak Rerie, panggilan akrab Lestari Moerdijat. 
 
Perempuan yang juga Ketua Yayasan Dharma Bakti Lestari itu juga mengungkapkan, saat ini timnya menemukan bukti baru akan kepemimpinan Ratu Kalinyamat. Bukti itu berupa catatan yang ditulis oleh orientalis dari Portugis. Dia mengatakan, bukti baru itu merupakan fakta yang bisa diajukan untuk mengajukan tokoh ini sebagai pahlawan nasional. 
 
"Kami dari YDBL selama lebih kurang 10 tahun telah melakukan kajian untuk dapat mengajukan Kalinyamat sebagai pahlawan dari Jepara. Kami juga melakukan pelacakan sumber literatur hingga ke Portugis. Di sumber itu, Kalinyamat merupakan tokoh yang ada dan bukan mitos. Bahkan di peninggalan pemerintah Belanda sudah dilakukan pemetaan tentang makam tokoh tersebut," urai dia. 
 
Dia juga meminta ada inisiatif dari warga dan pemerintah untuk mendorong tokoh ini menjadi pahlawan nasional. 
 
Sementara itu, tokoh budaya Jepara Hadi Priyanto menyebut, seminar tersebut bertujuan membekali guru tentang pengetahuan tentang Ratu Kalinyamat. Lantaran, selama ini informasi akan tokoh tersebut masih sangat minim. 
 
"Tujuan acara ini untuk memberikan pengetahuan kepada para guru dengan menambah banyak perspektif baru terkait Ratu Kalinyamat," ungkap Hadi.
 
Kalau kamu setuju nggak Ratu Kalinyamat dijadikan pahlawan nasional, Millens? (Pranoto/E05)