Lepas Kontrol, Modul Tiangong 1 Diperkirakan Segera Jatuh ke Bumi

Tiangong 1, stasiun luar angkasa pertama Tiongkok, diperkirakan akan segera jatuh ke Bumi. Sayangnya hingga saat ini para ilmuwan belum bisa memastikan di mana dan kapan modul tersebut akan benar-benar jatuh.

Lepas Kontrol, Modul Tiangong 1 Diperkirakan Segera Jatuh ke Bumi
Stasiun Luar Angkasa (inverse.com)

Inibaru.id - Stasiun luar angkasa pertama Tiongkok, Tiangong 1, diperkirakan akan menabrak Bumi dalam beberapa pekan ke depan. Diluncurkan pada 29 September 2011 silam, Tiangong 1 yang berbobot 8,5 ton tersebut kemudian digantikan Tiangong 2. Pada 2016, pemerintah Tiongkok telah mengonfirmasi bahwa Tiangong 1 nggak lagi bisa mereka kendalikan secara manual.

Badan Antariksa Eropa memperkirakan bahwa stasiun luar angkasa tersebut akan memasuki atmosfer pada awal April dan jatuh di Bumi antara 24 Maret dan 19 April. Para ilmuwan memperingatkan bahwa puing-puing stasiun luar angkasa tersebut bisa jatuh di mana saja dan mungkin membawa zat beracun bersifat korosif yang disebut hydrazine.

Dalam beberapa bulan terakhir, kecepatan turun Tiangong 1 memang berubah-ubah sehingga semakin menyulitkan prediksi lokasi jatuh. Pengamatan yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Astrofisika Smithsonian-Harvard menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata Tiangong 1 dalam beberapa bulan terakhir sekitar 6 kilometer per minggu, sementara pada Oktober tahun lalu hanya 1,5 kilometer per minggu.

Perwakilan Universitas Harvard Jonathan McDowell mengungkapkan, perubahan kecepatan ini disebabkan oleh cuaca yang juga berubah-ubah di luar angkasa.

“Anda nggak akan bisa mengendalikan potongan-potongan modul ini. Bahkan beberapa hari sebelum modul itu kembali masuk (ke Bumi) kita mungkin nggak akan tahu lebih banyak lagi kapan dia akan benar-benar jatuh seperti kita nggak tahu di mana ia akan jatuh,” kata McDowell.

Tiangong 1 bukanlah stasiun luar angkasa pertama yang pernah menghantam Bumi. Sebelumnya, stasiun luar angkasa Salyut 7 dengan bobot 20 ton milik Uni Soviet pun jatuh di Argentina pada 1991. Selain Salyut 7, ada pula stasiun luar angkasa Skylab milik NASA yang jatuh di Perth, Australia, pada 1979. (AS/GIL)