Layaknya di Terminator, Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Dibunuh Robot?

Layaknya di Terminator, Ilmuwan Nuklir Iran Tewas Dibunuh Robot?
Pembunuhan ilmuwan nuklir Iran kabarnya dilakukan oleh robot canggih. (Yahoo/WANA via Reuters)

Intelijen Israel, Mossad, menyebut kematian ilmuwan nuklir Iran sebagai tanggung jawab mereka. Kabarnya, mereka membunuh sang ilmuwan dengan robot canggih, lo. Beneran?

Inibaru.id – Harian New York Times baru-baru ini merilis berita yang mengejutkan. Layaknya di film-film, ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh robot.  Duh seram, ya?

Sebenarnya sih ya, info ini cuma datang dari satu pihak saja, yakni dari badan intelijen Israel, Mossaad. Menurut laporan agen rahasia dari negara yang memang sering berselisih paham dengan Iran ini, Kepala Peneliti Pengayaan Nuklir Iran Fakhrizadeh dibunuh oleh Israel. Pembunuhnya adalah robot dengan kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI).

Jadi, Fakhrizadeh ini sudah lama dijadikan target utama oleh Israel karena diduga jadi pemimpin program bom nuklir Iran. Kabarnya, sang ilmuwan sudah 14 tahun ditargetkan untuk dibunuh!

Kabarnya, pihak Iran sebenarnya sudah mengingatkan Fakhrizadeh untuk berhati-hati karena dirinya memang ditargetkan jadi korban pembunuhan. Sayangnya, Fakhrizadeh nggak begitu menghiraukannya sehingga nggak berhati-hati.

Fakhrizadeh selama ini dikenal sebagai pribadi yang santai dan sederhana meski masuk dalam jajaran penting militer di Iran. Penikmat puisi Persia ini pun sering kepergok bermain ke desa atau pantai.

Fakhrizadeh tewas usai mengunjungi kota di pinggir pantai Laut Kaspia, Rostamkala. Fakhrizadeh sebenarnya dikawal sejumlah orang, namun mereka berada di mobil yang berbeda dengannya. Sang ilmuwan bersama dengan istrinya, Sadigheh Ghasemi, di belakang satu mobil pengawal dan di depan dua mobil lainnya.

Fakhrizadeh, sang ilmuwan nuklir Iran yang disebut-sebut dibunuh dengan robot. (New York Times/Arash Khamooshi)
Fakhrizadeh, sang ilmuwan nuklir Iran yang disebut-sebut dibunuh dengan robot. (New York Times/Arash Khamooshi)

Nah, agen rahasia Mossad yang sudah masuk di Iran memarkirkan sebuah truk berwarna biru di dekat Kota Absard yang dilewati rombongan tersebut. Di dalam truk itu ada senapan mesin yang disembunyikan di bahan-bahan konstruksi. Senapan ini adalah sniper 7,62 buatan FN MAG Belgia yang bisa dikendalikan peralatan robot canggih.

Robot ini dilengkapi kamera khusus yang bisa mengidentifikasi Fakhrizadeh yang berada di dalam mobil. Setelah mengirim gambar ke Israel yang memastikan ada sang ilmuwan, agen Israel pun mengaktifkan senapan mesin tersebut. Setidaknya, 15 peluru dilontarkan senapan sehingga membuat Fakhrizadeh meninggal di sebelah istrinya.

Pihak Israel menyebut keberhasilan membunuh Fakhrizadeh ini bisa membuat program nuklir Iran kacau dan terhambat. Namun, Iran justru membantah telah terjadi pembunuhan meski nggak mengelak Fakhrizadeh memang sudah tiada.

Sebenarnya, bukan kali ini saja ilmuwan Iran dikabarkan dibunuh oleh agen dari negara lain. Pada 2020 lalu misalnya Amerika Serikat mengeluarkan laporan kalau Mohsen Fakh telah tewas dibunuh.

Omong-omong soal Fakhrizadeh, sebenarnya lelaki yang dikenal sebagai Bapak Program Nuklir Iran ini sudah meninggal pada 26 November 2020 lalu. Kalau menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh, laporan kalau sang ilmuwan dibunuh robot hanya berita yang dilebih-lebihkan saja.

Tapi, ngeri juga ya kalau beneran terjadi. Jadi ingat film Terminator nggak sih, Millens? (Asumsi/IB09/E05)