Lawan Begal, Dua Pemuda Ini Raih Penghargaan

Dua pemuda di Bekasi yang melawan saat dibegal mendapat penghargaan. Mereka diberi penghargaan karena dianggap berani melawan begal.

Lawan Begal, Dua Pemuda Ini Raih Penghargaan
Irfan dan Rofiq dapat penghargaan. (Poskotanews.com)

Inibaru.id – Muhammad Irfan dan Ahmad Rofiq mendapat penghargaan dari Polresta Kota Bekasi atas keberanian mereka melawan begal pada Kamis, (31/5/2018). Penghargaan tersebut diberikan langsung Kapolrestro Kota Bekasi Kombes Pol Indarto kepada Irfan dan Rofiq.

Dua lelaki yang merupakan santri asal Madura itu dibegal di daerah Summarecon Bekasi saat mereka sedang asyik berswafoto pada Rabu (30/5) malam. Kejadian dimulai saat dua lelaki yang nggak dikenal tiba-tiba mendatangi mereka dan merebut gawai milik Rofiq.

“Saya kaget kok dia memainkan celuritnya ke saya, kemudian saya tangkis dan saya tending kakinya, dia terjatuh. Tapi sabetan celuritnya masih sempat mengenai pipi saya,” kenang Irfan, dikutip dari Kumparan.com, Kamis (31/5).

Dengan kemampuan silat yang mereka miliki, keduanya berhasil merebut celurit dari tangan pelaku dan berbalik menyerang Aric, si begal. Pelaku sempat meminta tolong korban untuk berhenti melukainya, tapi pelaku tetap saja enggan melepaskan gawai Rofiq dari tangannya. Irfan lantas membacok punggung Aric, tapi rekannya berhasil kabur dengan mengendarai motor. Setelah kejadian tersebut, Irfan dan Rofiq lantas memutuskan pergi ke klinik kesehatan terdekat.

Di sisi lain, kedua pelaku diketahui langsung menuju ke salah satu rumah sakit di Bekasi. Belum sempat menerima perawatan intensif, salah satu pelaku tewas karena terkena sabetan celurit sebanyak tiga kali.

Sebelum ini, Irfan sempat dijadikan tersangka dalam kasus pembegalan ini. Namun, dia dibebaskan karena tindakannya dinilai sebagai upaya bela diri sehingga mereka nggak dijatuhi hukuman apapun.

“Paling penting, (kita) punya nyali dan kemampuan. Mereka berani menggagalkan perampokan, yang kalau nggak melakukan itu justru mereka akan dilukai parah, atau bahkan bisa meninggal dunia. Itu namanya bela paksa, dan bela paksa itu dibenarkan oleh KUHP Pasal 49 Ayat 1 serta tidak dapat dipidana. Untuk itu kami berikan apresiasi pada mereka,” tutur Indarto.

Nah, Millens, dengan adanya peristiwa ini sebaiknya kamu waspada dan hati-hati, ya. Nggak ada salahnya kamu mulai belajar bela diri untuk melindungi diri seperti yang dilakukan Irfan dan Rofiq. (IB15/E04)