Laptop Pelajar Rp 10 Juta, Benarkah Spesikasinya Setara Komputer Kasir?

Laptop Pelajar Rp 10 Juta, Benarkah Spesikasinya Setara Komputer Kasir?
Ilutrasi: Laptop pelajar alias Laptop Merah Putih Kemendikbudristek Rp 10 juta. Benarkah kemahalan? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Laptop pelajar yang dianggarkan Kemendikbudristek alias laptop merah putih dihargai Rp 10 juta per unit. Namun, warganet menganggap spesifikasinya terlalu rendah layaknya komputer kasir. Benarkah?

Inibaru.id – Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi mengungkap spesifikasi minimal laptop pelajar yang kabarnya bakal dihargai Rp 10 juta per unit. Masalahnya, warganet menganggap spesifikasi itu terlalu rendah untuk dihargai sebegitu mahal. Ada yang bahkan mengejek spesifikasi laptop pelajar ini setara dengan komputer kasir. Benarkah?

Kalau menurut Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 5 Tahun 2021, spesifikasi laptop pelajar Rp 10 juta ini adalah memakai operating system (OS) Chrome OS, Prosesor Core 2 – di atas 1,1 GHz, monitornya memiliki ukuran 11 inci LED, memori yang terpasang adalah 4GB DDR4, Hard Drive-nya 32 GB, serta memiliki masa garansi satu tahun.

Angka Rp 10 juta ini didapat dari pernyataan Mendikbudristek Nadiem Makariem yang mengaku bakal menyediakan 240 ribu laptop bagi sekolah di Indonesia dengan dana total Rp 2,4 triliun. Laptop ini disebut Laptop Merah Putih dan diproduksi oleh konsorsium yang berisi tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), serta UI.

Pengguna Twitter dengan akun @rasjawa yang dikenal sering menyoroti isu-isu teknologi bahkan menyebut spesifikasi laptop pelajar Rp 10 juta ini sebenarnya hanyalah Chromebook yang harganya nggak sampai Rp 5 juta. Dia pun mempertanyakan selisih harga yang sangat banyak.

Bener2 emosi memuncak melihat ‘Laptop merah putih’ seharga 10 juta yang akan dibeli pemerintah, ternyata hanya spesifikasi ChromeBook. Bahkan sebuah ChromeBook baru harganya nggak sampai 5 juta. Gede amat selisih harganya!” tegas @rasjawa, Kamis (29/7/2021) pukul 20:18 malam.

Ilustrasi: Warganet mengkritik harga paket laptop pelajar Kemendikbudristek. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Warganet mengkritik harga paket laptop pelajar Kemendikbudristek. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Bahkan, unggahan @TechmenID, akun Twitter yang juga sering membahas hal-hal terkait teknologi dibalas oleh akun @EsAmerikano yang intinya mengejek spesifikasi laptop pelajar ini yang sangat rendah.

Laptop pelajar 10 juta spek komputer kasir wkwkwk,”tulisnya, Jumat (30/7).

Mendapatkan Tanggapan Kemendikbudristek

Karo Perencanaan Kemendikbudristek M Samsuri pun meluruskan berbagai kritik yang disampaikan warganet terkait laptop pelajar Rp 10 juta ini. Dia menyebut harga per paket ini sudah termasuk perangkat pendukungnya. Paket ini disebut paket teknoloi informasi komunikasi (TIK).

“Peralatan TIK ini bukan cuma laptop, tapi juga antara lain router, connector, printer, dan scanner,” terangnya, Kamis (29/7/2021).

Nah, pengadaan peralatan TIK ini nggak selalu sama di tiap sekolah nantinya. Setiap daerah nantinya bakal melakukan negosiasi. Selain itu, bakal dipengaruhi juga dengan alokasi DAK Fisik yang diterima Pemda.

Hm, meski sudah dijelaskan oleh Kemendikbudristek soal adanya peralatan-peralatan pendukung lainnya, apakah menurut kamu harga Rp 10 juta untuk satu laptop ini memang terlalu mahal, Millens? (Det, Cnn/IB09/E05)