Lapas Klaten Belum Siap Menampung Abu Bakar Ba’asyir

Pihak Lapas Klaten mengaku belum mendapatkan pemberitahuan soal pemindahan Ba’asyir ke tempatnya.

Lapas Klaten Belum Siap Menampung Abu Bakar Ba’asyir
Abu Bakar Ba’asyir, tahanan kasus terorisme yang kini ditahan di Lapas Gunung Sindur. (Aktual.com)

Inibaru.id – Desas desus pemindahan Abu Bakar Ba’asyir ke Lempaga Pemasyarakatan (Lapas) Klaten semakin kencang. Namun, pihak Lapas Kelas II B Klaten justru mengaku belum menerima perintah untuk menampung pengasuh Pondok Pesanten Al Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo ini.

Liputan6.com (9/3/2018) menulis, Kepala Lapas Budi Prayitno belum mendapatkan perintah dari Kakanwil Kemenkumham Jawa Tengah maupun Direktorat Lembaga Pemasyarakatan tentang pemindahan Ba’asyir ke tempatnya. Bahkan, Budi juga menyebut kondisi Lapas Klaten kurang representatif untuk menerima Ba’asyir, khususnya dalam ketidaksediaan petugas dokter. Padahal, Ba’asyir sudah berusia lanjut dan memerlukan perhatian medis khusus.

“Tahanan yang sakit dari Polres atau Kejaksaan biasanya kami tolak karena kami nggak punya faasilitas medis yang memadai. Alasannya kalau tahanan harus diantar ke rumah sakit akan membutuhkan waktu lama,” jelas Budi.

Faktor kemanusiaan harus dipertimbangkan saat memindahkan tahanan, termasuk soal ketersediaan tempat yang layak. Lapas Kelas II B Klaten tidak memiliki ruangan khusus untuk tahanan yang membutuhkan perhatian seperti Ba’asyir, meskipun petugas bisa saja memakai ruang poliklinik jika dibutuhkan.

“Ya bisa saja dipaksakan di poliklinik, tapi tetap saja nggak proporsional bagi lansia dan orang sakit,” lanjutnya.

Kelebihan Kapasitas

Selain faktor kesehatan, Budi juga menganggap Lapas yang dia pimpin tidak memiliki ruangan besuk yang cukup jika harus menampung Ustaz Abu, panggilan akrabnya. Pertimbangan didasari pengalaman saat Ba’asyir ditahan di Nusakambangan. Kala itu, jumlah pembesuknya cukup banyak.

Lapas Kelas II B Klaten ini ternyata juga sudah kelebihan tahanan. Seharusnya, Lapas hanya mampu menampung 144 tahanan, namun, kini ada 237 tahanan yang dibina disana.

“Kondisi Lapas sudah over kapasitas. Kasihan kalau dipindah di Klaten,” tutup Budi.

Meskipun statusnya tahanan, pemindahan Abu Bakar Ba’asyir juga harus mempertimbangkan faktor kemanusiaan ya, Millens. Apalagi kondisinya sudah sangat sepuh dan sakit-sakitan begini. (AW/GIL)