Lagi, Kapal Tongkang Batubara Rusak Terumbu Karang Karimunjawa

Kerusakan terumbu karang di Karimunjawa semakin parah. Kerusakan ini disebut-sebut karena masuknya kapal tongkang pengangkut batubara yang sebenarnya tidak boleh memasuki perairan Karimunjawa

Lagi, Kapal Tongkang Batubara Rusak Terumbu Karang Karimunjawa
Kerusakan terumbu karang di perairan Karimunjawa karena kapal tongkang pengangkut batubara. (Foto: twitter.com)

Inibaru.id - Kejadian memilukan kembali menimpa perairan Indonesia tepatnya di perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pasalnya, perairan yang juga menjadi kawasan konservasi bioma laut haru menerima kenyataan jiwa terumbu karangnya telah rusak.

Kawasan yang dikenal dengan keindahan lautnya baik pantai ataupun terumbu karangnya ini memang selalu ramai dengan wisatawan lokal maupun mancanegara. Bukan disebabkan karena ulah wisatawan, namun kerusakan pada terumbu karang yang terjadi justru disebabkan oleh kapal-kapal pengangkut  batubara yang meintas diperairan ini.

Fakta ini diungkapkan oleh para aktivis lingkungan yang diwakili oleh Deputi Indonesia Coralreef Action Network atau I-Can Amiruddin, saat melakukan audiensi dengan Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah di Semarang Senin, (4/9) lalu. Amiruddin menyebutkan bahwa sejak awal 2017, setidaknya ada 4 kejadian dimana kapal tongkang pengangkut batubara melewati perairan Karimunjawa dan menyebabkan kerusakan terumbu karang.

Baca juga: Dongkrak Pariwisata Bahari, Pelni Bikin Beberapa Program Menggiurkan Ini

Dari kelalaian yang dilakukan oleh kapal-kapal tongkang ini setidaknya lebih dari 1.660 meter persegi terumbu karang di wilayah Karimunjawa mengalami kerusakan yang parah. Bahkan, luas wilayah kerusakan ini bisa jadi akan semakin meluas mengingat kecenderungan pemilik kapal tongkang pengangkut batubara yang tidak pernah memperhatikan arah angin atau kondisi di sekitarnya saat menyandarkan kapalnya. Padahal, sudah jelas perairan Karimunjawa bukan tempat bagi kapal tongkang untuk berlabuh, apapun alasannya.

Amiruddin melanjutkan bahwa alasan para pemilik kapal tongkang bersandar di perairan Karimunjawa ini karena menghindari cuaca buruk. Namun, pihaknya menyebutkan bahwa alasan tersebut tidak bisa ditolerir. Pasalnya, banyak kejadian yang menunjukkan bahwa saat cuaca sedang baik pun, kapal tongkang pengangkut batubara ini kerap terlihat menyandarkan kapalnya diperairan ini. I-Can sendiri mencatat telah 8 kali kejadian kapal tongkang ini bersandar tanpa alasan yang jelas di perairan yang kaya akan terumbu karang.

Agar kerusakan pada terumbu karang ini tidak menjadi semakin parah, Amiruddin pun meminta pihak pemerintah dan anggota dewan secara tegas melarang kapal tongkang ini untuk bersandar di perairan Karimunjawa. Karena, terumbu karang ini merupakan wilayah konservasi dan destinasi wisata andalan bagi Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Indonesia Kembali Perluas Maritim di Utara Laut Halmahera

Menanggapi hal tersebut, Chamim Irfani, Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah akan segera menindaklanjuti laporan para aktifis ini. Chamim berjanji akan segera melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum agar kasus perusakan terumbu karang di Karimunjawa ini bisa segera dihentikan. Ia kembali menegaskan bahwa kapal tongkang ini tidak boleh memasuki perairan Karimunjawa atas alasan apapun, termasuk dalih bahwa area tersebut adalah zona internasional atau dermaga bagi para nelayan.

Chamim juga menyebutkan bahwa setelah melakukan rapat dengar pendapat dengan banyak pihak, Ia sudah mengetahui bahwa masuknya kapal-kapal tongkang ini ke perairan Karimunjawa ternyata difasilitasi oleh dua orang swasta. Padahal, area tersebut jelas-jelas dilarang dimasuki kapal tongkang karena area konservasi terumbu karang. Ironis! (AW/IB)