Kualitas Udara Jakarta Membaik Pascapemadaman Listrik

Kualitas Udara Jakarta Membaik Pascapemadaman Listrik
Jakarta. (The Jakarta Post)

Pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu (4/8) lalu rupanya membawa dampak baik bagi udara di Jakarta. AirVisual mengabarkan, udara di Jakarta menempati posisi ke-13 pada Selasa (6/8).

Inibaru.id – Udara di Jakarta dikabarkan membaik pascapemadaman listrik Minggu (4/8/2019) lalu. Terpantau, kondisi udara di Jakarta dan sekitarnya terasa lebih dingin dan segar sejak Senin (6/8) malam.

Situs resmi penyedia peta polusi dunia daring AirVisual menginformasikan, kualitas udara di Jakarta menempati urutan ke-13 pada Selasa (6/8). Kondisi ini lebih baik dibandingkan pada Minggu (4/8) lalu yakni Jakarta menempati urutan kedua dengan kualitas udara buruk di dunia.

Dinas Lingkungan Hidup (LH) mengaku bangga dengan Jakarta yang nggak masuk dalam 10 kota dengan tingkat polusi tinggi. Bahkan, kualitas udara di Jakarta lebih baik dari Singapura.

"AirVisual punya beberapa data pembanding. Di urutan kota-kota Indonesia, Jakarta bahkan tidak masuk dalam 10 kota dengan polusi tinggi. Saat ini pun, kualitas udara Jakarta (tadi pagi) lebih baik dari Singapura," ucap Humas Dinas LH Jakarta Yogi Ikhwan.

Pada Selasa (6/8), kualitas udara Jakarta tercatat 87 yang artinya berada dalam kategori moderat. Sementara itu, tercatat parameter PM2,5 konsentrasi 29,1 ug/m3 atau mikrogram/meterkubik berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Berdasarkan acuan US AQI, analisis pencemaran udara untuk parameter PM2.5 dengan konsentrasi 0 hingga 10 ug/m3 adalah kategori sedang. Sementara itu, 36 hingga 55 mikrogram/meterkubik adalah kategori tidak sehat untuk kalangan tertentu.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Bagam Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dodo Gunawan menjelaskan membaiknya kualitas udara ini memang ada kaitannya dengan pemadaman listrik.

Dodo juga mengatakan, berkurangnya polusi udara bisa disebabkan karena berkurangnya penggunaan listrik pada industri atau transportasi yang dapat menghasilkan polusi.

“Kedua hal tersebut (pemadaman listrik dan kualitas udara yang membaik) bisa saja berkaitan karena keduanya saling berhubungan dengan aktivitas manusia,” ujar Dodo seperti ditulis laman Kompas, Selasa (6/8).

Semoga kualitas udara di Jakarta yang membaik ini dapat bertahan lama ya, Millens. Tentu nggak di Jakarta saja, daerah lainnya pun harus memiliki kualitas udara yang baik. Setuju? (IB18/E04)