Kronologi Pernikahan di Semarang yang Membuat Keluarga Mempelai Positif Corona

Kronologi Pernikahan di Semarang yang Membuat Keluarga Mempelai Positif Corona
Ilustrasi pernikahan tanpa memperhatikan protokol kesehatan. (Flickr/Neys Fadzil)

Klaster penyebaran virus Corona di Semarang semakin bertambah setelah warga Gayamsari nggak mengikuti protokol kesehatan mencegah penyebaran virus. Bagaimana kronologinya, ya?

Inibaru.id – Kasus positif corona di Semarang meningkat lantaran adanya warga yang menggelar pesta pernikahan. Pesta yang digelar oleh warga Gayamsari pada Selasa, (16/6/2020) itu menjadi tempat penyebaran virus corona. Sebanyak lebih dari 30 orang berkumpul di pesta itu tanpa menerapkan prosedur kesehatan selama pandemi.

“Acara pernikahan yang digelar itu prosesi ijab Kabul. Nah, tamu yang hadir lebih dari 30 orang, tidak sesuai ketentuan pembatasan.” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam pada Minggu, (21/6).

Terkuaknya kasus ini bermula dari adanya tiga orang yang merupakan satu keluarga yang dipastikan positif Covid-19. Tiga pasien ini adalah ayah, ibu, dan anak. Setelah Dinas Kesehatan melakukan penelusuran, ternyata mereka tertular setelah berada di sebuah pesta pernikahan. Melalui penelusuran itu, lima orang yang merupakan takmir masjid di acara tersebut juga dipastikan positif corona.

Hendrar Prihadi selaku Wali Kota Semarang nggak menjelaskan secara rinci di mana tepatnya klaster baru itu. Dia hanya menyebutkan bahwa ibu dari salah satu mempelai sudah meninggal, sementara ayahnya dalam kondisi kritis. Selain kehilangan sang ibu, mempelai juga kehilangan adiknya.

Kasus virus corona di Semarang semakin tinggi. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Kasus virus corona di Semarang semakin tinggi. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Jumlah Kasus Corona di Semarang Semakin Meningkat

Hingga Minggu, (21/6), jumlah pasien corona di Kota Semarang kini mencapai 425 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30-40 persen pasien dirawat di rumah sakit. Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 60 persen pasien corona adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Bahkan, sebanyak 63 tenaga medis dipastikan ikut terpapar virus itu.

Untuk menanggulangi dampak meningkatnya penyebaran virus corona, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana akan menyewa hotel. Hal ini dilakukan sebagai persiapan jika tempat isolasi di sejumlah fasilitas kesehatan penuh. Hanya, Pemkot nggak ingin hal ini terjadi. Hendi pun meminta warga untuk terus berhati-hati dan menjaga protokol kesehatan.

“Maka saya ajak seluruh warga Kota Semarang, ayo bareng-bareng, apa susahnya pakai masker, kalau tidak punya boleh minta. Ini bukan untuk menyelamatkan diri sendiri, tapi juga keluarga.” kata Hendi.

Berada di rumah aja selama berbulan-bulan memang membosankan. Namun, ini bukan berarti masyarakat Indonesia sudah sepenuhnya terbebas dari pandemi. Meski kondisi New Normal sudah diterapkan, kamu tetap harus berhati-hati dengan membatasi diri kontak dengan orang lain, Millens.

Gunakan masker dan cuci tangan setelah beraktivitas di luar ruangan, Millens. Yuk, jaga selalu kesehatan supaya virus corona bisa segera hilang di Indonesia. (IB15/E07)