Kronologi Meninggalnya Balita Asal Sragen Usai Digigit Kutu Kucing

Kronologi Meninggalnya Balita Asal Sragen Usai Digigit Kutu Kucing
Kutu kucing bisa menyebabkan dampak yang sangat fatal. Gigitannya bahkan sampai membuat seorang balita di Sragen meninggal. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sungguh malang nasib balita dari Sragen bernama Samara. Sempat menderita karena jari tangannya membengkak parah usai digigit kutu kucing, sang balita akhirnya meninggal dunia. Bagaimana bisa gigitan kutu kucing menyebabkan dampak fatal ini, ya?

Inibaru.id – Samara, bocah asal Dukuh Dayu, Desa Jati Tengah, Sukondono, Sragen, Jawa Tengah meninggal dunia di RSUD Dr Moewardi Solo. Samara meninggal nggak lama setelah jari tangannya digigit oleh kutu kucing. Sebelum tutup usia pada Kamis (28/5/2020) dini hari, jari tangan Samara mengalami pembengkakan parah akibat hal ini. Dia juga mengalami demam tinggi dan muntah yang cukup parah.

Suhu tubuh Samara bahkan sempat mencapai 39,9 derajat Celcius. Hal inilah yang membuatnya dilarikan ke rumah sakit.

Ayah Samara, Wanto (30) mengaku sangat bersedih dan terkejut dengan kematian buah hatinya. Apalagi Samara baru saja merayakan ulang tahun pertamanya pada 10 April 2020 lalu.

Samara, balita malang yang meninggal setelah digigit kutu kucing. (Tribunnews)
Samara, balita malang yang meninggal setelah digigit kutu kucing. (Tribunnews)

Tragedi ini bermula saat Etik, ibu Samara, mendapati ada kutu kucing yang menggigit tangan putrinya. Dia pun menganggap kutu ini nggak akan menyebabkan dampak buruk selain gatal-gatal atau masalah kulit ini. Apalagi bekas gigitannya mirip layaknya bintik merah bekas gigitan nyamuk. Saat digigit, Samara baru berusia empat bulan.

Beberapa waktu kemudian, Etik khawatir dengan bekas gigitan di jari sang buah hati yang nggak kunjung menghilang. Dia punmembawa Samara berobat ke puskesmas. Di tempat ini, dia diresepkan obat salep.

Sayangnya, bukan kesembuhan yang kunjung didapat, jari tempat digigit kutu kucing ini justru semakin membengkak. Samara juga mengalami demam tinggi dan muntah-muntah sehingga membuat orang tuanya membawanya ke rumah sakit.

Dokter awalnya menyebut jari sang anak mengalami infeksi karena tumor. Sempat akan dioperasi, dokter pun akhirnya memilih untuk melakukan kemoterapi. Sayangnya, Samara mengalami efek samping berupa kadar trombosit darah yang semakin rendah. Dia juga semakin sering muntah-muntah.

“Awalnya, dikemoterapi di rumah sakit selama 14 hari. Baru pulang kemarin (Kamis). Minggunya badan Samara panas tinggi 39,9 derajat Celcius dan muntah,” Ujar Wanto, Ayah Samara.

Menurut Dokter Spesialis Anak Vincent Lannelli MD, gigitan kutu biasanya nggak menyakitkan. Tapi, bila dibiarkan dampaknya bisa membuat anak mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, ruam kulit, hingga menggigil.

Samara mengalami infeksi setelah terkena gigitan kutu kucing yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit Babesiosis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit mikroskopik yang menginfeksi sel darah merah. Jenis kutu yang menyebabkan hal ini adalah yang berjenis Ixodes scapularis.

Kalau kamu punya kucing di rumah, rawat dan bersihkan secara rutin agar nggak memiliki kutu ya, Millens?  (Kom/MG31/E07)