Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi, Seorang Mahasiswa Bayar UKT dengan Uang Receh

Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi, Seorang Mahasiswa Bayar UKT dengan Uang Receh
Ilustrasi: Uang receh. (Pixabay/Olichel) 

Seorang mahasiswa menceritakan pengalamannya membayar UKT dengan uang receh. Uang ini merupakan hasil tabungan keluarga selama bertahan-tahun. 

Inibaru.id - Lantaran krisis ekonomi selama pandemi, seorang mahasiswa terpaksa bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggunakan uang receh. Mahasiswa yang nggak diketahui identitasnya ini menceritakan kisahnya lewat akun Twitter @herwanberbicara, Kamis (13/8/2020).

"Jadi gw mau bayar UKT karna emang duh waktunya bayar, Berhubung masa pandemi dan lagi krisis akhirnya gw, ibu dan bapak buka celengan recah, Mulai lah gw bongkar dan gw hitung satu persatu," ungkap akun tersebut.

Uang receh yang sudah dirapikan dan dikelompokkan. (Twitter/hewanberbicara)
Uang receh yang sudah dirapikan dan dikelompokkan. (Twitter/hewanberbicara)

Dalam unggahannya, akun @hewanberbicara juga menyertakan foto uang receh yang sudah disusun dan dirapikan. Dia mengaku kalau uang yang harus dikeluarkannya untuk membayar UKT yakni sebanyak Rp 3,5 juta.

Setelah dihitung dan dipisahkan per 100 ribu, uang receh dengan berat total 17,5 kilogram itu cukup untuk membayar UKT.

Selanjutnya, mahasiswa ini bersama temannya membawa uang receh tersebut ke bank. Kendati sudah dirapikan dan dikelompokkan, ternyata nggak semua bank mau menerima uang recehan miliknya,

"Berangkat lah gw minta anter temen gw ke bank yg jaraknya 15 km dri rumah, Pertama berangkat ke bank BNI, pas mau bayar ternyata server nya down dan gak isa bayar Di BNI," tulisnya.

Mahasiswa tersebut juga menambahkan, setelah bank pertama, dia pun sempat ditolak di bank ke dua lantaran pihak bank nggak punya alat buat menghitung uang receh miliknya.

Kendati demikian, mahasiswa tersebut nggak kehabisan akal. Setelah mendapatkan penolakan dari bank, dia pergi untuk menukarkan uangnya di salah satu minimarket. Usahanya ini akhirnya membuahkan hasil, Sebelum pukul tiga sore, uang recehnya sudah berubah menjadi uang kertas.

Berawal dari Iseng

Ilustrasi: Menabung uang logam (Pixabay/USA-Reiseblogger)
Ilustrasi: Menabung uang logam (Pixabay/USA-Reiseblogger)

Sementara itu, dalam cuitannya, akun @hewanberbicara juga menceritakan bagaimana dia bisa mengumpulkan uang receh sebanyak itu.

Kebiasaan menabung uang receh ini dimulai dari adiknya yang sering iseng memasukkan uang logam seribuan ke dalam botol. Selanjutnya, keisengan ini malah diteruskan oleh kedua orang tua mahasiswa tersebut. Receh hasil berjualan gorengan dan menambal ban pasti akan dimasukkan ke dalam botol, ungkapnya.

Entah mulai nya dari tahun brpa tapi alhamdulillah nya bisa berguna bngt pas lagi masa2 pandemi bgni,” kata dia.

Wah, ide yang menarik nih. Tapi, kalau yang harus dibayar mencapai puluhan juta rupiah, butuh berapa lama ya untuk mengumpulkan koin-koin itu? Ha-ha. (Wol/MG33/E03