KPK OTT Bupati Subang, Siapa Dia?

KPP kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pemimpin daerah, kali ini yang apes adalah Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Siapa dia?

KPK OTT Bupati Subang, Siapa Dia?
Imas Aryumningsih. (Tribunnews.com)

Inibaru.id – Bupati Subang Imas Aryumningsih terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan (Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat daerah. Imas terjaring terkait transaksi perizinan bernilai miliaran rupiah pada Selasa (13/2/2018) malam. Penangkapan ini kian menambah panjang bupati Subang yang terjerat kasus korupsi.

Seperti ditulis Tempo.co, Rabu (14/2), juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, ada delapan orang yang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk di antaranya Imas.

“Termasuk kepala daerah di Subang, ada kurir, swasta, dan unsur pegawai setempat,” ungkap Febri.

Sebelumnya. Imas diangkat sebagai pelaksana tugas (Plt) bupati menggantikan Ojang Sohandi, bupati yang merupakan pasangannya. Odang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 11 April 2016. Pria 39 tahun itu terjerat KPK lantaran didakwa pasal tindak pencucian uang, gratifikasi, dan suap terkait kasus BPJS Subang tahun 2014.

Baca juga:
Jeruk Mandarin yang Kian Langka Menjelang Imlek
Bingung Libur Imlek Mau ke mana? Nonton Film Pai Kau Aja!

Bupati sebelum Odang, yakni Eep Hidayat, juga mengalami nasib serupa. Eep yang menjabat bupati Subang selama dua periode, yakni pada 2003-2008 dan 2008-2013, juga dijerat KPK karena diduga terlibat dalam kasus korupsi upah pungut pajak bumi dan bangunan di Subang.

Ketiganya kini punya potensi bereuni dengan "jas almamater" yang sama, yakni jaket oranye khas KPK. Imas saat ini sudah berada di gedung KPK untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan intensif dilakukan terhadap Imas agar status hukumnya dapat ditentukan.

Baru Menjabat

Pilkada Subang 2008 menjadi saksi perjuangan Imas untuk memasuki ranah politik Subang. Perempuan asli Subang itu gagal memenangkan Pilkada setelah mencalonkan diri sebagai bupati. Nggak menyerah, Imas  lantas mencalonkan diri sebagai wakil bupati Subang bersama Ojang Sohandi untuk masa bakti 2013-2018.

Saat Ojang Sohandi ditangkap oleh KPK, Imas otomatis menjadi plt bupati. Setahun kemudian, pada Kamis, 8 Juni 2017 Imas secara resmi diangkat sebagai Bupati Subang. Pelantikan itu sesuai dnegan surat Menteri Dalam Negeri nomor 131.32/4109/OTDA tanggal 5 Juni 2017.

Kala itu, Imas dilantik oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di hadapan jajaran DPRD Subang, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pada hari pelantikannya, perempuan kelahiran 19 Agustus 1951 ini menyatakan siap menjalankan proyek strategis nasional di Kabupaten Subang. Ia mengatakan akan siap mendukung masyarakat demi kepentingan Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya Pelabuhan Patimban bisa menambah ekonomi kesejahteraan Subang, di samping untuk kepentingan Indonesia,” tutur Imas, seperti yang dikutip dari Detik.com (8/7/2017).

Baca juga:
Sempat Viral di Media Sosial, Bapak dari Bocah yang Lemas di Minimarket Diamankan Polisi
Bandar Arisol "Mama Yona" Jadi Tersangka Kasus Penipuan

Pada 2016, Imas yang juga politisi Golkar itu melaporkan hartanya ke KPK. Total kekayaan yang dimilikinya tahun itu mencapai  Rp 50.954.748.338 atau lebih dari Rp 50 miliar. Sementara, saat terkena OTT, KPK disebut menyita uang ratusan juta yang diduga menjadi bukti transaksi suap.

Sederetan bupati daerah ini menodai visi Kabupaten Subang yang religius, berilmu, mandiri, berbudaya, dan bergotong royong. Bagaimana pun juga, kita perlu terus mendukung KPK untuk memberantas persoalan ini. Setuju, Millens? (AYU/GIL)