KPAI Masih Dalami Kasus Adu Ilmu Kebal Siswa SMP

Adu ilmu kekebalan yang dilakukan sejumlah siswa SMP di Bogor menjadi perhatian KPAI. Bagaimana komisi tersebut bersikap?

KPAI Masih Dalami Kasus Adu Ilmu Kebal Siswa SMP
Ketua KPAI Susanto menyesalkan terjadinya perkelahian antarsiswa di Bogor yang mengakibatkan korban jiwa. (Teropongsenayan.com)

Inibaru.id - Perkelahian yang melibatkan enam siswa SMP lantaran adu ilmu kebal di Desa Gobang, Kampung Leuwi Halang, Rumpin, Kabupaten Bogor, disesalkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Mereka sekaligus merasa prihatin atas kejadian yang hingga memakan korban jiwa tersebut.

Seperti diketahui, perkelahian pelajar ala gladiator itu menewaskan ARS (16), siswa SMP Islam Asy Syuhada Rumpin, Bogor, pada Jumat (24/11) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku berinisial DM yang masih duduk di kelas sembilan itu diketahui mempelajari ilmu kebal.

Dilansir dari Antaranews.com, Senin (28/11/2017), Ketua KPAI Susanto mengatakan, pihaknya menyampaikan duka mendalam atas kematian ARS.

Baca juga:
Bullying Ternyata Juga Bisa Memberikan Dampak Buruk Bagi Pelakunya
Jangan Bangga Dulu, Punya IQ Tinggi Justru Rentan Terkena Gangguan Mental

Dia mengatakan, KPAI bersinergi dengan Inspektorat Kemdikbud RI mencoba mencari keterangan dan melakukan pengawasan langsung ke lokasi kejadian, sekolah korban dan Polsek Rumpin pada Selasa (27/11) ini.

“Sinergi tersebut adalah bentuk kepedulian dari kedua lembaga terhadap perlindungan anak,” ungkapnya.

Dilansir dari Jawapos.com, Senin (27/11), Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengungkapkan bahwa sebelum pelaku membacok korban, terlebih dahulu dia dibacok celurit pada bagian tubuh, tapi tidak mempan. Korban lalu melarikan diri lantaran tidak berhasil melukai pelaku.

"Saat tertangkap, korban dibacok pada bagian paha. Korban disembunyikan di rumah salah satu pelaku, tapi kemudian kehabisan darah. Saat dibawa menuju Puskesmas dinyatakan meninggal dunia," jelas Andi.

Andi mengatakan bahwa kasus ini berbeda dengan pertarungan ala gladiator sebelumnya yang menewaskan Hillarius Christian Even Raharjo beberapa waktu lalu. Perkelahian tiga lawan tiga ini memang menjadi ajang duel maut.

"Beda dengan gladiator, istilahnya ini duel maut. Kalau ini lebih cenderung adu ilmu. Baru yang kontestan pertama sudah terjadi seperti ini (korban tewas)," ujarnya.

Baca juga:
Perlakuan Semasa Kecil Akan Berdampak saat Dewasa
Ratusan Juta Anak Dunia Masih Sulit Membaca dan Memahami Matematika

Pelaku yang juga teman sekolah korban sudah diamankan di Mapolres Bogor. Polisi saat ini masih terus mendalami motif pelaku, termasuk tujuan mempelajari ilmu kebal.

"Kami juga dalami dari mana pelaku belajar ilmu kekebalan. Mungkin dia belajar sendiri, kita kan tidak tahu,” jelasnya.

Sementara, untuk sanksi hukum saat ini polisi masih melakukan kajian. Ada kemungkinan pelaku akan dihukum dengan Undang-Undang Perlindungan Anak lantaran baik korban maupun pelaku masih sama-sama di bawah umur. (OS/SA)