Kota Semarang dan Banyumas Jadi Acuan Zona Merah di Jawa Tengah

Kota Semarang dan Banyumas Jadi Acuan Zona Merah di Jawa Tengah
Pengecekan mobil berplat nomor luar kota sudah dilakukan di Kota Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta beberapa wilayah zona merah di Jawa Tengah untuk mengacu pada apa yang sudah dilakukan oleh Kota Semarang dan Banyumas.

Inibaru.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar sejumlah daerah yang sudah tergolong zona merah agar segera mengambil tindakan. Dia mencontohkan Kota Semarang yang telah mengambil inisiatif.

“Bisa menggunakan model seperti Kota Semarang, yang tidak PSBB tapi melakukan pengetatan-pengetatan. Daerah zona merah seperti Solo dan Wonosobo bisa melakukan itu," terangnya.

Ganjar juga mendukung secara penuh jika ada daerah di Jawa Tengah yang hendak melakukan PSBB. Jika memang itu opsi yang harus dilakukan sebaiknya, kata Ganjar, segera diajukan.

“Kemarin Wonosobo sudah mengusulkan,” ungkapnya.

Ganjar Pranowo memberi opsi untuk membuat pos pantau seprerti Kota Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ganjar Pranowo memberi opsi untuk membuat pos pantau seprerti Kota Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Selain Kota Semarang, Ganjar juga memberi contoh Banyumas. Meski nggak menerapkan PSBB, kepala daerahnya mengeluarkan peraturan yang cukup ketat misalnya mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker di luar rumah. Pelanggar akan didenda atau dipidana.

“ Jadi mau pakai model Semarang atau Banyumas, yang penting harus ada tindakan lebih," tegasnya.

Ganjar memang mendesak pengetatan yang ada di daerah zona merah. Merujuk data dari Google, menurut Ganjar masih banyak tingkat aktivitas masyarakat yang masif. Jadi memang harus ada pengetatan termasuk kepada pemudik yang masuk.

Kemudian terkait penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang, dia akan melakukan kontrol dan pengawasan. Kepolisian dan TNI menurutnya sudah kompak dalam menjalankan tugas.

“Kami harap masyarakat memberikan dukungan dengan berlaku disiplin. Pengetatan ini tujuannya untuk mendisiplinkan warga, jadi kami butuh dukungan warga untuk disiplin agar semua berjalan lancar," tutupnya.

Semoga nggak ada lagi yang menyepelekan corona ya, Millens. (IB28/E05)