Kota Kumuh di Jepang yang Ganti Nama dan Hilang dari Peta: Kamagasaki

Kota Kumuh di Jepang yang Ganti Nama dan Hilang dari Peta: Kamagasaki
Warga Kamagasaki, kota kumuh di Jepang, yang merupakan pemulung. (Flickr/zykcc1299)

Ada kota kumuh di Jepang namanya Kamagasaki. Saking parahnya kemiskinan di sini, pemerintah setempat bahkan sampai menghapusnya dari peta. Seperti apa sih kondisi kota ini?

Inibaru.id – Kalau membayangkan Jepang, pasti yang terpikir adalah negara yang bersih, rapi, dan maju. Padahal, ada juga lo sisi gelap dari kota ini. Sebagai contoh, ada sebuah kota kumuh di Jepang yang nasibnya sekarang nggak jelas. Kota ini sempat berganti nama dan bahkan kini benar-benar dihapus di peta. Nama kota tersebut adalah Kamagasaki.

Nggak, kota ini nggak berada di kepulauan yang jauh dari kepulauan utama Jepang. Mungkin sedikit yang tahu kalau wilayah Jepang sebenarnya sangat luas, termasuk pulau-pulau berpenghuni yang dekat di Taiwan dan masuk dalam Prefektur Okinawa. Tapi, Kamagasaki nggak ada di wilayah tersebut.

Yang cukup mengejutkan adalah Kamagasaki ada di Osaka. Kota ini bahkan sebenarnya bisa dicapai dengan transportasi umum layaknya kereta. Perjalanannya pun nggak lama. Sayangnya, kalau kamu nggak pernah ke Jepang atau tahu tentang negara ini dengan lebih detail, pasti nggak akan mudah menemukan kota ini di peta atau informasi-informasi lainnya.

Hal ini disebabkan oleh kumuhnya kota ini dan parahnya tingkat kemiskinan di sana. Ada yang bahkan menyebut Pemerintah Osaka memang sengaja menghapusnya dari peta agar dunia nggak tahu soal Kamagasaki yang berpotensi merusak reputasi Negeri Matahari Terbit.

Di Kamagasaki, warganya kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Saking miskinnya mereka, warga harus antre makanan di dapur-dapur umum yang disediakan pemerintah atau relawan. Banyak warga Kamagasaki yang bahkan hidup berhari-hari tanpa memiliki uang sepeser pun.

Ilustrasi: Mengantre makanan di Kamagasaki. (Flickr/zykcc1299)
Ilustrasi: Mengantre makanan di Kamagasaki. (Flickr/zykcc1299)

Saking mengenaskannya, banyak warga yang nggak punya hunian dan tidur di jalanan. Yang bikin semakin parah, andai punya uang, warga justru patungan membeli miras. Bagi mereka, meski sama-sama susah, bisa minum bersama bisa memberikan kehangatan tersendiri karena seperti punya saudara di kehidupan yang serba sulit.

Pada 1966 lalu, pemerintah Jepang sebenarnya ingin mengganti nama kota Kamagasaki jadi Airin-Chiku. Tujuannya demi menghapus citra buruk kota yang kabarnya sangat jarang ditemui perempuan dan anak-anak ini.

Salah seorang warga di Kamagasaki, Masharu Takezawa sempat diwawancarai oleh The Guardian. Dalam artikel yang terbit pada 22 Agustus 2008 lalu, disebutkan  bahwa dia sudah hidup menggelandang sejak 1990-an. Padahal, dia sempat jadi pekerja di bioskop.

Kini, Masharu sering tinggal di penampungan sosial. Di sana, dia bisa makan dan melakukan hal lainnya. Meski begitu, dia tahu masih banyak orang yang nggak seberuntungnya di kota yang sudah terhapus di peta ini.

Wah, ngeri juga ya ternyata, ada kota kumuh di Jepang yang bahkan sudah dihapus dari peta, Millens. (Kom/IB09/E05)