Kota Ani, Wilayah Tak Berpenghuni di Turki yang Kaya Sejarah

Kota Ani, Wilayah Tak Berpenghuni di Turki yang Kaya Sejarah
Ani, salah satu kota di Turki yang pernah diduduki lima kekaisaran kini bak kota hantu. (Joseph Flaherty/BBC Travel via Detik)

Dulu, Kota Ani dijuluki Negeri 1001 Gereja. Kota yang ada di wilayah Turki ini pada akhirnya harus "mengalah" pada keganasan manusia. Pembantaian dan peperangan yang pernah mewarnai kota ini membuat Ani tinggal menunggu kehancuran. 

Inibaru.id – Kota Ani berada di perbatasan Timur Turki. Tepatnya di seberang Sungai Akhurian, Millens. Kamu mungkin akan terkejut jika tahu kota yang tersembunyi selama 1.600 tahun ini dulunya adalah metropolitan. Ani pernah dikenal sebagai kota seribu satu gereja.

Dulu, Ani merupakan salah satu wilayah yang masuk jalur perdagangan timur-barat (Asia-Eropa). Kemudian, Ani mengalami masa kejayaan pada abad ke-11. Saat itu, jumlah penduduknya sekitar 1.600 jiwa.

Dibangun pada abad ke-5, Ani awalnya dikuasai oleh pemerintah Armenia. Kemudian Ani diperebutkan pemerintah Armenia, Kurdi, Georgia, Mongol, dan Turki karena lokasinya yang strategis.

Sebagai informasi, Kota Ani dialiri Sungai Akhurian di sisi timur dan lembah Tzaghkotzador di sebelah barat. Disebut Kota Ani karena berasal dari seorang sejarawan Armenia bernama Ani-Khamakh.

Kota yang menjadi permukiman orang Armenia ini dikenal sebagai 1001 gereja. Di sana juga disebut sebagai kota 40 gerbang.

Puncak Kejayaan dan Kehancuran Ani

Masa kejayaan kota ini terjadi selama abad ke-9 pada di bawah kekuasaan Dinasti Bagratuni dari Armenia. Berbagai bidang mengalami kemajuan seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Kedamaian juga menyelimuti seluruh negeri.

Sayangnya, konflik internal istana pada abad ke-10 membuat kota itu nggak lagi tenang. Kota itu juga akhirnya jatuh ke tangan pasukan Yunani pada abad ke-11.

Belum lama dikuasai Yunani, Sultan Alp Arsian dari Turki menyerang. Penyerangan itu terjadi pada 1064 M. Selama dikuasai Turki, penduduk kota dibantai secara besar-besaran. Kekejaman ini membuat penduduk melarikan diri ke kota terdekat. Banyak pula yang akhirnya mendirikan desa baru yang jauh dari Ani.  

Penderitaan penduduk Kota Ani masih berlanjut. Terjadi perang besar antara Suku Kurdi dengan Kerajaan Georgia. Korban jiwa berjatuhan dari kedua belah pihak. Perang besar ini berakhir pada 1199 M dengan kemenangan pasukan Georgia.

Potret Kota Ani yang kini jadi kota mati di Turki. (Shutterstock via Kumparan) 
Potret Kota Ani yang kini jadi kota mati di Turki. (Shutterstock via Kumparan) 

Sayangnya, Kota Ani sudah kadung menjadi kota mati meski perang usai. Tiga abad lamanya nggak ada penduduk yang mau tinggal di sana. Aasannya, Kota Ani terletak di zona militer perbatasan Turki dan Armenia.

Yang tersisa dari kota itu hanyalah reruntuhan bangunan yang kian menakutkan karena kondisi alam yang nggak menentu. Kota itu kembali ditemukan oleh para arkeolog pada abad ke-19. Sempat kembali terkenal, Ani akhirnya kembali ditutup karena terkait peristiwa pembantaian Genosida Armenia di tengah Perang Dunia I, lo. Peristiwa mengerikan itu membuat kawasan ini kosong dan dilirik sebagai lahan untuk militer.

Kalau kamu datang ke sana, akan merasakan suasana mencekam akibat perang dan pembantaian. Pada Oktober 2010, Global Fund Heritage menyatakan, Kota Ani berada di ambang kehancuran. Pasalnya, banyak bangunan yang sudah nggak bisa diperbaiki. Bangunan-bangunan di sana hanya menunggu rata dengan tanah akibat berada di zona konflik.

Hm, sayang banget ya, Millens, kota bersejarah seperti itu harus menemui kehancurannya. (Kum/IB21/E07)