Konflik Rohingya Meruncing, Berbagai Lembaga Kemanusiaan di Indonesia Galang Donasi

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki akses mendistribusikan bantuan bagi etnis Rohingya yang menjadi korban diskriminasi dan kekerasan di Myanmar.

Konflik Rohingya Meruncing, Berbagai Lembaga Kemanusiaan di Indonesia Galang Donasi
Perempuan dan anak-anak di antara ratusan orang Rohingya yang terdampar di Aceh. (Foto: BBC Indonesia)

Inibaru.id - Kekerasan dan tindak diskriminasi etnis Rohingya di Myanmar seakan belum akan berakhir. Berkonflik lantaran latar sejarah yang cukup panjang, penduduk asli Myanmar itu seolah akan sulit untuk diterima di negara tersebut.

Seluruh dunia menyaksikan betapa mengerikannya tragedi kemanusiaan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar Barat, tersebut. Namun demikian, tak banyak yang bisa dilakukan mereka lantaran negeri itu begitu tertutup, bahkan sekadar untuk memberi bantuan kemanusiaan atau memastikan apa yang dibutuhkan para penduduk Rohingya.

Dilansir dari Kompas, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki akses mendistribusikan bantuan bagi etnis Rohingya yang menjadi korban diskriminasi dan kekerasan di Myanmar.

Baca juga: Langkah Indonesia untuk Menyudahi Konflik Myanmar

Organisasi donasi kemanusiaan milik Muhammadiyah, Lazismu, menjadi garda depan membawahi sebanyak 11 organisasi serupa sedunia untuk mendistribusikan bantuan bagi kaum Rohingya.

President Direktur Lazismu Andar Nubowo mengatakan, pihaknya akan mendata apa saja kebutuhan kaum Rohingya. Hal itu penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

"Pekan depan, kami akan kirim 10 tim advance untuk memetakan apa saja yang dibutuhkan di sana. Jangan sampai nanti butuhnya bahan pangan, malah kita kasih yang lain," ujar Andar di Sekretariat Amnesty International bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/9/2017).

Bantuan kemanusiaan yang digalang Lazismu, diungkapkan Andar, bukan sekali ini saja diberikan. Sejak 2016, Lazismu telah bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk melobi pemerintah Myanmar agar bisa masuk membantu korban konflik.

Negara Terpercaya

Upaya lobi berhasil. Indonesia pun menjadi satu-satunya negara yang dipercaya menyalurkan bantuan bagi warga Rohingya.

"Indonesia dapat masuk ke Rohingya karena pola pendekatan pemerintahan kita soft diplomacy ya, mengarah ke rekonsiliasi, bukan menuntut sesuatu yang malah memperuncing persoalan," ujar dia.

       Baca juga: 2,5 Miliar Rupiah Bantuan Dari Warganet Indonesia Untuk Rohingya

Sejak 2016 lalu, Lazismu berhasil mengumpulkan uang kemanusiaan sebesar lebih dari Rp 1 miliar. Uang tersebut digunakan untuk sejumlah hal, mulai dari pembangunan rumah sakit, pendirian sekolah, pembelian obat-obatan, hingga bantuan pangan.

Selain itu, donasi itu juga digunakan untuk program rekonsiliasi antara kelompok yang bertikai.

"Hanya memang karena konflik Rohingya ini sebenarnya menyangkut historis mereka, agak sulit. Tapi kami terus berupaya mewujudkan rekonsiliasi," ujar Andar.

Selain Lazismu, sejumlah organisasi swadaya dan yayasan masyarakat juga telah menggalang donasi bagi keberlangsungan hidup etnis Rohingya di Myanmar, di antaranya ada Let’s Help Rohingya dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang dipasang di Kitabisa.com.

South East Asia Humanitarian Committee (SEAHUM) dan Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia juga membuat misi Humanitarian Flotilla for Rohingya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan kesehatan ke titik-titik konflik di Myanmar. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak setahun silam.

      Baca juga: Indonesia yang Begitu Terbuka terhadap Para Pencari Suaka

Adapun lembaga kemanusiaan lain yang turut membuat gerakan membantu etnis Rohingya di antanya Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, SNH Advocacy Centre, Jakarta Amanah, Bulan Sabit Merah Indonesia Jakarta Raya, Yayasan Dana Sosial al-Falah, BAZNAS, Lazis Amaliah Astra, Yayasan Indonesia Tangguh, Inkosina Care, Baitul Maal Hidayatullah, FOZ wilayah DKI Jakarta, PAHAM Indonesia, Mandiri Amal Insani Foundation, LAZNAS BSM, LAZIS Dewan Da’wah, dan lain sebagainya. (GIL/IB)