Komunitas Gerakan Anti Hoax Siap Perangi Berita Palsu

penyebaran informasi hoax semakin meningkat tiap tahunnya. Dan kini sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Seperti data yang tercatat di Indonesia Indicator, sepanjang tahun 2016 ada 7311 informasi hoax yang diekspos media.

Komunitas Gerakan Anti Hoax Siap Perangi Berita Palsu
peningkatan hoax ( Foto : google)

inibaru.id - Intensitas penyebaran informasi hoax semakin meningkat tiap tahunnya. Dan kini sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Seperti data yang tercatat di Indonesia Indicator, sepanjang tahun 2016 ada 7311 informasi hoax yang diekspos media.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata ada 609 berita hoax yang berkeliaran dalam sebulan. Sementara jika dihitung per hari itu berarti ada 20 berita hoax. Angka tersebut bisa dibilang cukup fantastik. Setiap hari otak kita dijejali 20 informasi fitnah atau informasi yang belum bisa dipercaya kebenarannya.

Informasi semacam itu tiap hari beredar di berbagai media sosial dan aplikasi pesan singkat. Informasi hoax lantas menyebar dan memprovokasi kita untuk memusuhi tokoh, kelompok atau media tertentu bahkan terkadang hingga membuat kita bermusuhan dengan keluarga maupun teman sendiri.

Tak banyak orang mau bersusah payah menelusuri kebenaran berita yang tersebar, sementara sekian banyak orang lainnya men-share berita secara tak terkendali. Tak ingin tinggal diam, sejumlah masyarakat yang resah dengan menjamurnya berita hoax melakukan sejumlah upaya nyata sebagai bentuk perlawan terhadap adanya berita hoax. Beberapa relawan tergabung dalam komunitas dan gerakan antihoax.

Mereka membuat perkumpulan, dengan tujuan khusus memberantas hoax di media sosial, sekaligus mengajak netizen Indonesia cerdas bermedia sosial dan turut berkontribusi terhadap pembangunan yang sedang marak dilakukan pemerintah.

Tak hanya di dunia nyata, mereka bergerak aktif di dunia maya melalui grup dan Fanpage di Facebook melawan ketidakadilan dan ketidakjujuran di media sosial. Ada banyak grup di Facebook yang khusus mengulas berbagai berita viral yang diragukan kebenarannya sekaligus dengan menyajikan data fakta maupun analisanya. Misalnya Indonesian Hoaxes Community, FAFHH dan Sekoci.

Melalui gerakan tersebut mereka mengedukasi masyarakat tentang pentingnya cerdas bermedia sosial. Bergabung di grup atau fanpage gerakan anti hoax semacam itu bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi masyarakat. Masyarakat bisa tabayun bersama, memeriksa kebenaran berita-berita yang beredar, apakah benar atau hoax. Dari situ mereka juga bisa belajar bagaimana seharusnya mereka bersikap menghadapi berita atau informasi yang beredar di media sosial. (IP)