Komisioner Ombudsman Sebut Sel Setya Novanto Masih Mewah

Komisioner Ombudsman Sebut Sel Setya Novanto Masih Mewah
Sel mewah yang dihuni Setya Novanto. (dok Ombudsman/Okezone)

Ombudsman menyebut kamar sel milik Setya Novanto dan Nazaruddin masih mewah. Padahal, perombakan sudah dilakukan pada kamar sel-sel di Lapas Sukamiskin tersebut.

Inibaru.id – Komisioner Ombudsman RI, Adrianus Meliala menyebut fasilitas di sel yang ditempati oleh Setya Novanto dan Nazaruddin di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kota Bandung, masih tergolong mewah.

Tempo, Jumat (20/12/19) menulis, sebelumnya, ada kabar bahwa fasilitas mewah di sel-sel yang dihuni oleh beberapa tahanan seperti Setya Novanto sudah dirombak, namun temuan Ombudsman di lapangan justru menunjukkan fakta sebaliknya.

“Kalau konteks kamar pak Setya Novanto (Setnov) dan Nazaruddin, tampaknya hanya dinding saja yang diubah. Tempat tidur dan beberapa lemari utama, juga lantai, tampaknya masih dibiarkan,” ucap Adrianus di Lapas Sukamiskin pada Jumat (20/12).

Kamar milik kedua tahanan ini masih tergolong mewah. Sebagai contoh, ukuran kamar sel mereka berdua dan Djoko Susilo masih lebih luas dua kali lipat dari sel-sel pada umumnya.

“Kan kesannya begini, kalau kesan di luar kan bahwa kamar ini ada yang untouchables. Nah ketika ini terjadi, bagaimana pengawasan dari pihak lapas atau pihak inspektur yang mengawasi hari-hari di sini,” ujar Adrianus.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, Liberti Sitinjak menyebut proses renovasi Lapas Sukamiskin sudah 97 persen. Diperkirakan pada 31 Desember 2019 proses renovasi ini rampung. Dia juga memastikan nggak akan ada lagi istilah kepemilikan kamar bagi narapidana tertentu. Pihak Kemenkumham juga akan melakukan asesmen ulang untuk menentukan sel-sel para napi.

“Perlu saya jelaskan untuk mulai terjadi rehab ini Oktober tidak ada lagi yang namanya kamar Setnov, tidak ada lagi yang namanya kamar Nazaruddin. Nanti kita akan data ulang karena juga tidak ada jaminan dia harus di situ bergantung pada hasil assessment,” tegas Liberti.

Khusus untuk perombakan kamar, Liberti menyebut pihaknya harus berkoordinasi dengan instansi cagar budaya mengingat status Lapas Sukamiskin termasuk dalam bangunan bersejarah di Kota Bandung. Untuk sementara, tiga sel milik Nazaruddin, Setnov, dan Djoko Susilo, akan dikosongkan.

Duh lagi-lagi papa Setnov. Kalau menurut Millens, sel mewah bagi sebagian narapidana ini sebenarnya bisa dimaklumi nggak sih? (IB09/E06)