Komentar Macron Dinilai Sudutkan Islam, Negara Arab Boikot Produk Prancis

Komentar Macron Dinilai Sudutkan Islam, Negara Arab Boikot Produk Prancis
Komentar Emmanuel Macron terkait kasus kartun Nabi Muhammad dianggap menyudutkan Islam. (Twitter/EmmanuelMacron)

Komentar Macron terkait kasus pemenggalan guru akibat kartun Nabi Muhammad dianggap menyudutkan umat Islam, negara-negara Arab dan Timur Tengah pun langsung memboikot produk-produk dari Prancis.

Inibaru.id – Prancis baru-baru ini meminta negara-negara dari kawasan Timur Tengah untuk nggak lagi memboikot produk-produk dari negaranya. FYI, boikot ini bermula dari komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait dengan kasus kartun Nabi Muhammad yang memang sedang menyita perhatian di negara tersebut.

Sejumlah negara yang terang-terangan melakukan boikot adalah Kuwait, Yordania, serta Qatar. Aksi protes menentang komentar Macron yang menyudutkan Islam juga terjadi di Libya, Suriah, serta di Jalur Gaza, Palestina. Presiden Turki Erdogan juga secara terang-terangan mengkritik Macron dalam hal penanganan kasus ini.

Sebelumnya, Macron memberikan komentar terkait dengan pemenggalan seorang guru di Prancis yang menggelar diskusi terkait dengan kartun Nabi Muhammad. Padahal, penggambaran Nabi Muhammad sudah jelas-jelas dianggap sebagai sebuah penghinaan bagi muslim.

Masjid di Paris, Prancis. (Flickr/

Guilhem Vellut)
Masjid di Paris, Prancis. (Flickr/ Guilhem Vellut)

Masalahnya, di Prancis yang terkenal sangat sekuler, hal ini dianggap sebagai pembatasan berekspresi. Macron pun memilih untuk membela kepercayaan akan nilai-nilai Prancis akan kebebasan berekspresi ini karena nggak ingin ‘merusak persatuan’ akibat ‘hanya’ melindungi satu komunitas tertentu.

Selain Erdogan, pimpinan Pakistan Imran Khan juga secara terang-terangan mengatakan, Macron nggak menghormati kebebasan Muslim untuk memeluk keyakinan sekaligus membuat jutaan muslim di Prancis kini termarjinalkan.

Boikot produk-produk asal Prancis di Timur Tengah terlihat jelas di berbagai pusat perbelanjaan. Produk-produk yang biasanya ada di rak, dihilangkan begitu saja. Berdasarkan keterangan otoritas Kuwait, hal ini dilakukan karena Prancis telah berulang kali menghina Nabi Muhammad.

Kasus rasialisme pada umat Islam di Prancis berulang kali terjadi. (Flickr/

Jason Taellious)
Kasus rasialisme pada umat Islam di Prancis berulang kali terjadi. (Flickr/ Jason Taellious)

Jaringan supermarket raksasa Prancis, Carrefour, juga langsung mendapatkan boikot di negara-negara Arab. Hal ini dianggap bisa memberikan kerugian yang sangat besar.

Usai kasus pemenggalan guru yang menjadi pemicu kehebohan di Prancis, kasus anti-muslim di Prancis semakin meningkat. Dua wanita bahkan ditangkap karena menikam dua perempuan yang memakai jilbab di dekat Menara Eiffel. Keduanya ingin merobek jilbab korban yang saat itu juga bersama dengan anak-anak.

Kalau menurut kamu, apa yang sebaiknya dilakukan Prancis terkait dengan kasus rasial dan anti-muslim yang terkait dengan kartun Nabi Muhammad di negara tersebut, Millens? (Det/IB09/E05)