Komentar JK Terkait Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo

Komentar JK Terkait Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo
Gubernur NTT berencana akan menutup Taman Nasional Komodo dalam waktu dekat (Youtube/Lost LeBlanc)

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan komentar terhadap rencana penutupan Taman Nasional Pulau Komodo. Menurut JK, ditutup atau tidak, rusa yang ada di Pulau Komodo tetap butuh makan.

Inibaru.id – Belakangan ini kabar rencana penutupan Taman Nasional (TN) Pulau Komodoselama setahun yang diungkapkan Gubernur NTT menyeruak di publik. Penutupan ini didasarkan pada alasan berkurangnya populasi rusa di Pulau Komodo. Menanggapi hal ini, Jusuf Kalla mengatakan ditutup atau tidak, rusa tetap butuh makan.

“Kalau saya lihat ini alasannya Gubernur NTT Viktor ingin memperbanyak atau mengembangbiakkan rusa. Namun, dikunjungi atau tidak dikunjungi rusa tetap butuh makan,” ucap JK seperti ditulis Detik.com, Selasa (22/1/2019).

Pengembangbiakan rusa di Pulau Komodo memang dirasa perlu untuk dilakukan demi memastikan rantai makanan di wilayah tersebut tetap berjalan dengan baik. Perlu diingat, rusa dan kambing adalah salah satu makanan komodo yang merupakan daya tarik utama dari TN Komodo. Hanya saja, JK juga menyebut pengembangbiakan rusa dan kambing juga bisa dilakukan di wilayah lain sehingga perlu dikaji lebih dalam.

Tarif Masuk Pulau Komodo yang Tinggi

Selain membahas tentang rencana penutupan TN Komodo, JK juga memberi komentar atas isu naiknya harga tiket masuk kawasan Pulau Komodo yang cukup kontroversial. Menurut JK, tarif itu sudah memiliki aturan berupa keputusan menteri.

“TN Komodo itu sudah jadi kawasan konservasi sejak zaman dahulu, makanya dijadikan taman nasional yang langsung di bawah kementerian. Soal kenaikan tarif kita melihatnya sebagai sesuatu yang wajar. Bahkan, sebenarnya selama ini terlalu murah. Tapi kalau soal berapa kenaikannya nanti kan bisa dirundingkan,” jelasnya.

JK juga menyebut adanya kemungkinan harga yang berbeda antara turis asing dan turis domestik.

“Di banyak negara, harga tiket masuk ke taman nasional untuk wisatawan domestik, anak sekolah, dan turis asing bisa saja berbeda. Sebagai contoh, di Kamboja kemarin saya lihat turis harus bayar 50 dollar AS,” pungkas JK.

Rencana penutupan ini memang perlu dikaji lebih jauh. Nggak hanya berfokus pada sektor lingkungan, imbas ke sektor pariwisata juga perlu diperhatikan. (IB09/E04)