Komentar Iwan Fals Terkait Kontroversi Draf RUU Permusikan

Komentar Iwan Fals Terkait Kontroversi Draf RUU Permusikan
Iwan Fals. (Media Indonesia/Rudi Kurniawansyah)

Draf RUU Permusikan memicu kontroversi bagi para musikus. Banyak yang langsung dengan tegas menolaknya. Lantas, seperti apa pendapat musisi senior Iwan Fals terkait hal ini?

Inibaru.id – Sejumlah musikus mengomentari draf RUU Permusikan yang tengah menjadi polemik. Salah satunya musisi senior Iwan Fals. Jika kebanyakan musisi menentang keras draf RUU ini, Iwan justru menyarankan semua pihak untuk mendinginkan kepala terlebih dahulu.

Kompas.com, Rabu (6/2/2019) menulis, melalui akun Twitter pribadinya, @iwanfals, penyanyi bernama asli Virgiawan Listianto ini meminta draf RUU tersebut kembali didiskusikan dengan damai.

“Soal RUU Permusikan ramai ya…dirembuk baik-baik lah,” tulisnya.

Menurut Iwan, karena masih dalam draf rancangan, masih ada kesempatan untuk diperbaiki sehingga bisa sesuai dengan keinginan semua pihak. Hanya saja, saat diskusi sebaiknya tidak dengan amarah.

“Kan ini masih belum diputuskan. Jangan saling pukul-pukulan. Pemusik itu memiliki rasa, malulah,” lanjutnya.

Iwan juga menyarankan pemusik yang mengerti bahasa hukum untuk berjuang sekuat tenaga jika memang merasa RUU ini nggak baik bagi dunia musik Indonesia.

“Ya harus berjuang habis-habisan karena ini menyangkut masa depan musik Indonesia,” ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh vokalis band asal Yogyakarta Endank Soekamti, Erix Soekamti. Di akun Instagram pribadinya @erixsoekamti, Erix juga menyarankan siapa saja untuk mendiskusikan kembali draf RUU Permusikan ini.

“RUU kan masih Rancangan Undang-Undang, belum final, belum kiamat. Justru disebar kan tujuannya demi sosialisasi dan sebagai bahan diskusi. Kenapa harus ribut?” tulis Erix.

Erix bahkan menganggap penolakan yang berlebihan hanya akan memperkeruh diskusi terkait dengan draf RUU ini. Hanya saja, menurutnya draf RUU permusikan ini memang harus direvisi.

“Yang aku nggak setuju itu cara penolakannya yang penuh dengan cacian, hinaan, atau bullyan. Hal ini nggak membangun. Tegas memang perlu, tapi jangan lebay dan menebar kebencian,” lanjut Erix.

Pesan damai dari dua musisi ini memang diperlukan di tengah-tengah panasnya kontroversi draf RUU Permusikan, ya Millens. Kalau menurutmu gimana? (IB09/E05)