Kisruh Cat Pesawat Kepresidenan Rp 2 Miliar; Dikritik Banyak Pihak, Warnanya Dianggap Nggak Aman

Kisruh Cat Pesawat Kepresidenan Rp 2 Miliar; Dikritik Banyak Pihak, Warnanya Dianggap Nggak Aman
Pesawat kepresidenan RI bakal dicat ulang dari biru muda ke warna merah. Biayanya Rp 2 miliar. (Wikipedia/Rob Schleiffert)

Pesawat kepresidenan kabarnya bakal diganti warna cat dari biru muda jadi merah. Biaya pengecatan ulang bakal menghabiskan Rp 2 miliar. Angka ini dianggap nggak etis dan pemborosan di tengah pandemi yang mencekik rakyat.

Inibaru.id – Rencana pengecatan ulang pesawat kepresidenan yang memakan biaya Rp 2 miliar langsung mendapatkan kritik tajam dari berbagai pihak. Besarnya biaya tersebut dianggap lebih baik untuk dialokasikan ke penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Di sisi lain, pihak istana mengklaim pengeluaran ini nggak bakal menggangu anggaran pandemi.

Salah satu pihak yang getol mengkritik rencana ini adalah elit Partai Demokrat. Sebagai contoh, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat menyindir pemerintah, khususnya Jokowi yang dulu menolak pembelian pesawat RI 1 tersebut.

Dulu Jokowi menolak pesawat kepresidenan yang dibeli SBY. Katanya, ‘pendidikan dan kesehatan’ lebih perlu perhatian,” tulisnya di akun Twitter @RachlanNasidik, Kamis (8/5/2021).

Rachlan juga menyebut rencana ini mencederai kondisi negara yang sedang tertekan di tengah pandemi. Jika tetap dilakukan, dia menyindir warna cat seolah-olah jauh lebih mendesak dari nyawa rakyat. Apalagi, pesawat juga nggak sering digunakan di masa pandemi ini.

Nggak hanya elit Partai Demokrat, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas juga mengkritik kebijakan pengecatan ini. Dia menganggapnya sebagai keputusan yang absurd dan nggak etis. Padahal, ada hal lain yang lebih penting di masa pandemi ini daripada sekadar warna cat pesawat.

“Apakah sudah saatnya diganti? Apa hubungannya ganti cat biru dengan merah? Logikanya apa. Ngatur duit rakyat harus dengan nalar dan intuisi yang jelas,” kritik ketua salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) terbesar dan paling disegani di segani di Indonesia ini.

Perkiraan warna cat kepresidenan jika diubah jadi warna merah. (Detik/alvinlie21)
Perkiraan warna cat kepresidenan jika diubah jadi warna merah. (Detik/alvinlie21)

Dijawab Istana

Di balik kritik bertubi-tubi dari berbagai pihak, pihak istana negara justru membantah pengecatan ulang pesawat kepresidenan ini sebagai pemborosan. Kalau menurut Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, rencana pengecatan ulang pesawat RI 1 ini sudah ada sejak 2019 untuk merayakan kemerdekaan RI yang ke-75.

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin juga memberikan penjelasan yang sama.

“Karena, kan pandemi itu baru terjadi satu tahun setengah lalu. Coba bayangkan ini Agustus 2021, sementara 2019 alokasi anggarannya (sudah ada), terang Ngabalin, Rabu (4/8).

Dia juga menyebut alokasi anggaran pada 2019 ini nggak bakal mengganggu anggaran untuk penanganan Covid-19. Kalau ada yang menyebut anggaran ini sebaiknya dibatalkan, Ngabalin menyebut hal ini nggak bisa dilakukan begitu saja sehingga harus tetap direalisasikan.

Warna Cat Nggak Aman

Di sisi lain, pengamat militer Khairul Fahmi dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) justru menyebut warna cat pesawat kepresidenan yang bakal diganti dari biru menjadi merah justru nggak aman bagi orang-orang penting di negara. Meski nggak sesuai dengan warna bendera, warna biru muda jauh lebih aman karena berkamuflase dengan warna langit dan awan saat terbang di angkasa.

Sebagai contoh, Tiongkok dan Rusia juga memakai warna putih dan biru untuk pesawat kepresidenannya meskipun kedua negara tersebut dikenal identik dengan warna merah. Sementara itu, negara-negara lain cenderung memakai warna lain yang netral seperti abu-abu.

Soal identitas negara, sudah ada warna merah putih di ekor pesawat. Kalau menurut Khairul, hal ini sudah cukup.

Kalau kamu, setuju nggak sih dengan rencana pengecatan ulang pesawat kepresidenan? Biayanya Rp 2 miliar, lo! (Cnn, Pik, Poj, War, Wow/IB09/E05)