Kisruh Baju Dinas DPRD Kota Tangerang, Louis Vuitton: Kami Nggak Layani Pembuatan Seragam

Kisruh Baju Dinas DPRD Kota Tangerang, Louis Vuitton: Kami Nggak Layani Pembuatan Seragam
Louis Vuitton membantah menyuplai kain untuk baju dinas DPRD Kota Tangerang. (Flickr/ Mike Mozart)

Geger pengadaan baju dinas DPRD Kota Tangerang yang kabarnya memakai kain Louis Vuitton dibantah oleh jenama fesyen terkemuka ini. Ternyata, mereka nggak pernah melayani pembuatan seragam ataupun produksi massal, lo.

Inibaru.id – Kehebohan baju dinas DPRD Kota Tangerang yang kabarnya akan memakai kain dari jenama fesyen terkemuka Louis Vuitton masih jadi bahasan hangat warganet. Nah, jenama asal Prancis ini bahkan sampai angkat bicara lo.

Jadi gini, Millens, Communication Manager Louis Vuitton Indonesia Eunika Santosa mengeluarkan bantahan kalau perusahaannya menyuplai kain untuk seragam anggota DPRD Kota Tangerang. Nah, jenama yang dikendalikan grup LVMH bersama dengan nama-nama terkemuka lain seperti Dior dan Fendi ini bahkan mengaku nggak pernah punya sektor bisnis yang melayani permintaan pembuatan seragam di mana pun, apalagi di Indonesia.

“Louis Vuitton tidak ada sektor bisnis seperti itu globally,” terang Eunika, Selasa (10/8/2021).

Omong-omong soal Louis Vuitton, jenama fesyen ini sudah membuka butiknya di Indonesia pada 1990 silam. Aslinya sih Louis Vuitton sudah ada sejak 1854 lalu. Di Indonesia, Louis Vuitton fokus menggarap busana siap pakai dan koleksi aksesori baik itu bagi kaum hawa ataupun kaum adam.

Louis Vuitton dikenal sebagai jenama kelas atas. Model-model busana yang ditawarkan pun dianggap berkelas tinggi sehingga harganya pun lumayan mahal. Tentunya, kualitas sesuai dengan harga yang ditawarkan.

“Koleksi kami kebanyakan terbatas (limited), dengan arahan desainer LV for women Nicolas Ghesquiere, dan untuk koleksi pria (arahannya) oleh Virgil Abloh. Louis Vuitton nggak pernah melakukan produksi dengan kuantitas besar atau massal,” tegas Eunika.

Louis Vuitton nggak punya sektor bisnis melayani pengadaan seragam. (Flickr/prayitnophotography/)
Louis Vuitton nggak punya sektor bisnis melayani pengadaan seragam. (Flickr/prayitnophotography/)

Klarifikasi DPRD Kota Tangerang Usai Bantahan Louis Vuitton

Geger soal kain seragam anggota DPRD Kota Tangerang bermula dari anggaran pengadaan bahan pakaian dinas yang mencapai Rp 675 juta. Bahkan, ongkos jahit seragam itu mencapai Rp 600 juta. Menariknya, saat dikonfirmasi ke Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan Hadi Sudibjo, biaya bahan pakaian dinas yang mahal ini disebabkan oleh penggunaan kain bermerek.

Menurut keterangannya, bahan kain Louis Vuitton bakal dipakai untuk pakaian dinas harian, bahan Lanificio di Calvino untuk pakaian sipil resmi, Thomas Crown bakal dipakai untuk pakaian sipil lengkap, dan yang terakhir adalah Theodore untuk pakaian sipil harian.

Usai mendapatkan kritik dan meme-meme sindiran warganet terkait hal ini, Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo pun memberikan klarifikasi. Dia menyebut pihaknya nggak pernah menunjuk ataupun meminta penggunaan kain dengan merek tertentu.

“Kita nggak pernah tunjuk merek, nyebut merek. Soal merek itu, saya nggak tahu pasti, tapi analisis saya bisa saja (muncul) saat proses lelang,” ujar Gatot.

Gatot sendiri bingung mengapa geger soal pengadaan baju dinas ini muncul karena di seluruh Indonesia, hal ini wajar dilakukan setahun sekali.

Hm, jadi, kalaupun nggak memakai kain Louis Vuitton, apakah biaya pengadaannya memang tetap harus semahal itu, ya Millens? (Det/IB09/E05)