Kisah Unik Asal Mula Burjo dan Warmindo, Andalan Anak Kos Mencari Makanan Murah

Kisah Unik Asal Mula Burjo dan Warmindo, Andalan Anak Kos Mencari Makanan Murah
Burjo dan Warmindo, tempat makan andalan anak kos yang memiliki sejarah panjang. (Blog.titipku)

Burjo dan Warmindo sering dianggap sebagai warung berharga murah andalan anak kos. Kira-kira, seperti apa yang sejarah asal mula dari warung makanan legendaris ini?

Inibaru.id – Kamu pasti pernah setidaknya sekali makan di Burjo atau Warmindo, kan Millens? Tempat makan ini memang sangat akrab bagi anak muda, khususnya anak kos yang mencari makanan berharga murah dan mengenyangkan. Hanya, kamu tahu nggak sejarah asal mula dari Burjo dan Warmindo? Ternyata, ceritanya cukup menarik, lo.

Burjo atau Warmindo biasanya mudah ditemui di dekat universitas, khususnya yang ada di Pulau Jawa. Nah, menariknya, asal dari para penjual Burjo atau Warmino ini kebanyakan adalah dari Jawa Barat. Karena alasan inilah banyak orang yang menyebut mereka sebagai Aa’ atau Teteh Burjo.

Tahu nggak, asal mula Burjo dan Warmindo muncul sudah ada sejak 1947? Jadi, saat itu Indonesia baru saja merdeka dua tahun dan belum stabil baik itu dari sisi politik ataupun ekonomi. Beberapa kali konflik dengan Belanda juga membuat kondisi dalam negeri masih kacau.

Penjual Burjo atau Warmindo kebanyakan dari Jawa Barat. (Medium/Badrul Arifin)
Penjual Burjo atau Warmindo kebanyakan dari Jawa Barat. (Medium/Badrul Arifin)

Masyarakat pun dipaksa untuk mencari solusi agar bisa mengisi perut dan memperoleh pendapatan setiap hari. Nah, warga Kuningan, Jawa Barat, ternyata lebih kreatif dalam mencari solusi untuk kedua masalah tersebut. Salah seorang Lurah di Kuningan bernama Salim Saca pun memutuskan untuk berjualan bubur kacang ijo (burjo).

Awalnya burjo buatan Salim hanya dijajakan ke orang-orang sekitar. Karena rasanya enak, dia mulai menjualnya keliling kampung. Lambat laun, jualannya semakin laris sehingga pada 1950 Salim Saca pun membuka warung Burjo di Kota Kuningan.

Banyak orang yang kemudian terinspirasi dengan warung Burjo Salim Saca. Selain membuka warung Burjo lain di Kuningan, ada yang berinisiatif untuk merantau ke kota-kota lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, atau Semarang. Kebanyakan mengincar anak muda, khususnya anak kos di dekat universitas yang membutuhkan makanan mengenyangkan dan murah.

Kini, menu Burjo atau Warmindo jauh lebih bervariasi. Nggak hanya bubur kacang hijau, kamu bisa mendapatkan olahan mie, nasi dengan lauk seperti sarden atau telur, dan lain-lain.

Kalau kamu, paling suka makan apa di Burjo atau Warmindo, nih, Millens? (Phi/IB09/E05)