Kisah Pilot yang Banting Setir Jadi Pedagang Mi Ayam Karena Terdampak Covid-19

Kisah Pilot yang Banting Setir Jadi Pedagang Mi Ayam Karena Terdampak Covid-19
Ilustrasi- Mi ayam dipilih Megah karena banyak peminat. (Inibaru.id/ Audrian F)

Megah Putra Perkasa bersama dengan ratusan pilot pesawat lainnya terdampak Covid-19 sehingga harus dirumahkan. Hebatnya, dia nggak patah arang dan kini merintis bisnis sebagai penjual mi ayam. Seperti apa ya kisahnya?

Inibaru.id – Megah Putra Perkasa kini menjalani profesi yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Selama 13 tahun, hidupnya berkutat di dalam kokpit pesawat komersil, kini dia harus bergelut dengan panasnya kompor di belakang gerobak mi ayam di kawasan Ruko Granada Square BSD, Tangerang Selatan. Dia memilih untuk menjalani profesi barunya ini karena terdampak pandemi Covid-19.

Megah adalah salah satu dari ratusan pilot dan ribuan pekerja lain di sektor penerbangan yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam beberapa bulan terakhir.

“Sewaktu mulai diberlakukan pembatasan, kira-kira April 2020 ya, saya dan teman-teman lainnya sudah dirumahkan karena nggak ada lagi penerbangan,” ucap Megah.

Megah Putra Perkasa, pilot yang kini menjadi penjual mi ayam. (Kompas/Singgih Wiryono)
Megah Putra Perkasa, pilot yang kini menjadi penjual mi ayam. (Kompas/Singgih Wiryono)

Mengingat empat anaknya masih di usia sekolah, Megah pun berpikir keras agar tetap bisa mendapatkan penghasilan. Awalnya, dia mencoba usaha berjualan pakaian secara daring yang selama ini sudah ditekuni istrinya. Sayangnya, keuntungan yang didapat nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Inspirasi kemudian datang dari rekannya sesama pilot. Temannya mengunggah status media sosial yang menunjukkan bahwa kini profesinya berubah menjadi penjual ikan laut keliling yang disimpan di dalam boks. Megah pun akhirnya mencoba usaha yang benar-benar baru dari hobi yang selama ini dia sukai, memasak.

Dia pun memilih untuk berjualan mi ayam. Menurutnya, makanan ini adalah yang disukai banyak orang di Indonesia. Awalnya, dia menjualnya secara daring, tepatnya lewat media sosial. Di Instagram atau Whatsapp, dia memiliki rekan dan grup kantor atau pengajian di dekat rumah yang mau memesan mi ayam buatannya.

Megah saat menjadi pilot. (Detik)<br>
Megah saat menjadi pilot. (Detik)

Nggak nyangka, usahanya semakin laris. Meski kini harus mempersiapkan usaha sejak pagi, Megah nggak mengeluh. Bisnisnya semakin membaik dan kebutuhan keluarganya tercukupi. Dia pun memberanikan diri membuka tempat makan di Ruko Granada Square BSD, Tangeran Selatan.

Meski disibukkan dengan dagangan mi ayam, Megah ternyata nggak benar-benar putus dari dunia penerbangan. Hanya, jam terbangnya sangat jauh berkurang demi mematuhi pembatasan yang diberlakukan pemerintah.

Memang, nggak semua orang bisa langsung bangkit usai kehilangan pendapatan di tengah masa pandemi seperti sekarang ini. Hanya, semangat Megah untuk tetap memberikan yang terbaik bagi keluarganya patut diacungi jempol ya Millens. (Kom/IB09/E05)